Prestasi 'Green Force' musim ini jauh menurun di banding 2006 yang mampu menembus babak delapan besar Copa Indonesia, sebelum dihentikan juara bertahan Arema Malang. Selain itu, kegagalan ini makin melengkapi prestasi buruk yang diraih pada putaran pertama kompetisi Liga Indonesia 2007 dengan berada di zona degradasi. Padahal, sebelumnya Persebaya berambisi meraih hasil maksimal di Copa Indonesia untuk menebus kegagalan di kompetisi Divisi Utama, setelah masuknya pelatih baru Suhatman Iman dan perombakan sejumlah pemain.
"Anak-anak sudah berusaha tampil menekan, tapi keberuntungan belum berpihak pada kami," kata pelatih Persebaya, Suhatman Iman, kepada wartawan usai pertandingan.
Tampil dengan beban harus menang, Persebaya yang menurunkan pemain anyar Anthony Jommah Ballah, justru kurang lepas dan banyak mendapat tekanan di babak pertama. Trio asing Deltras, Jose Sebastian, Claudio Pronetto, dan striker Brasil yang kembali bergabung, Hilton Moreira, beberapa kali melakukan ancaman di jantung pertahanan Persebaya.
Namun, perubahan pola permainan yang dilakukan Suhatman di babak kedua, mampu membalikkan keadaan. Persebaya tampil lebih menekan dan menciptakan sejumlah peluang. Peluang bagus dimiliki Rojas mendekati menit ke-70, namun tendangannya masih membentur mistar gawang Achmad Nurosadi. Bola mental yang sempat disambar Arif Ariyanto juga dimentahkan Nurosadi yang kali ini tampil lumayan bagus.
Striker Deltras, Hilton Moreira mencetak gol pada menit ke-82 saat terjadi kemelut didepan gawang Persebaya. Namun, wasit Purwanto tidak mengesahkan gol itu, karena melihat hakim garis mengangkat bendera tanda terjadi pelanggaran. Hilton Moreira dan ofisial Deltras yang ada di bangku cadangan, termasuk pelatih Jaya Hartono tampak kecewa dengan keputusan tersebut.
"Seharusnya kami bisa memenangkan pertandingan, seandainya gol itu tidak dianulir. Tapi saya cukup puas dengan penampilan anak-anak yang cukup disiplin dan mampu mengimbangi Persebaya," ucap Jaya Hartono. (*/boo)
Pelatih persebaya seharusnya percaya pada pemain muda lainya seperti lucky,nurcholis jangan pemain itu saja beri mereka kesempatan.persebaya butuh pemain depan yang kualitasnya diatas rojas dan itu bisa menjadi persebaya hausgol
Terbukti pelatih Persebaya besar omongnya saja, katanya bukti dulu, katanya 3-0, apa yang bisa di harapkan dari pelatih yang kurang pengalaman dan tidak berprestasi seperti seorang Suhatman Iman.
Entah apa yg ada dlm pikiran manajemen itu..
Terbukti gak mampu berbuat banyak, Persebaya makin buram dlm manajemen sekarang.