< >

Pendangdut AS Manggung di Festival Seni Asia

Senin, 18 Juni 2007 09:12
Kapanlagi.com - Dua penyanyi dangdut asal Amerika Serikat, John JLS dan Cris Valkyria, pada Sabtu tampil pada Festival Seni Asia yang diadakan di Philadelphia dan diikuti oleh 16 negara.

John dengan lagu Sahara dan Jablai serta Cris membawakan Kucing Garong dan Mandi Madu ikut menggoyang para penonton dari berbagai bangsa yang memadati salah satu pelataran Penn`s Landing di Philadelphia, kota terbesar di negara bagian Pennsylvania dan berpenduduk terpadat ke-lima di AS.

John dan Cris adalah dua finalis asal Philadelphia untuk "Dangdut in America", yaitu ajang pemilihan penyanyi dangdut bagi orang asing, terutama warga AS.

Seniman kulit hitam, John JLS, tampil dengan kostum sehari-hari yang biasanya dikenakan oleh banyak pemuda kulit hitam lainnya: kaos singlet dengan kemeja panjang terbuka, sepatu olahraga, plus celana jeans gombrong yang dipakai secara melorot di pinggul.

"Sahara, kasihku, kau menyinari ruang hidupku....," lantunnya, mengawali lagu dengan pengucapan Bahasa Indonesia yang jelas.

Untuk lagu kedua, Jablai, John sedikit berimprovisasi dalam penampilannya. Selain menerangkan makna lagu yang merupakan "soundtrack" dari film MENDADAK DANGDUT tersebut, ia mengundang dua penonton AS - perempuan dan laki-laki - ke atas panggung untuk berakting.

"Lay lay lay lay lay lay, panggil aku si Jablai. Abang jarang pulang, aku jarang dibelai...," demikian lagu didendangkan John sementara sang penonton perempuan memperlihatkan gaya seolah-olah sedang memarahi pasangannya - yang digambarkan sudah sekian lama tidak pulang.

Cris Valkyria, penyanyi perempuan berkulit putih, kemudian hadir dengan goyang pinggul membawakan Kucing Garong dan lagu - yang disebut-sebut sebagai andalannya, Mandi Madu.

Pengucapan kata-kata berbahasa Indonesia Cris memang tidak sebaik John, namun menurut beberapa pihak, Cris sudah banyak membuat kemajuan.

Dalam Kucing Garong, misalnya, ia sudah dapat mengucapkan kata "mengeong", yang sebelumnya ia ucapkan "menggeong".

Menurut Rissa Asnan, produser program "Dangdut in America", untuk membawakan masing-masing dua lagu, John dan Cris berlatih selama satu minggu.

Materi latihan, selain lagu, juga meliputi goyang dangdut yang diberikan oleh Ratu Joget RCTI tahun 2000, Melinda Ardiyani. "Mereka berangkat dari Philadelphia dan latihannya di Washington DC, karena band pengiringnya bermarkas di sana. Tapi kedua orang ini (John dan Cris) semangat sekali walaupun kadang-kadang harus pulang dini hari dari acara latihan," ujar Rissa.

Rissa mengatakan, tampilnya John dan Cris di Festival Seni Asia, merupakan momen pertama kalinya lagu-lagu dangdut dibawakan oleh orang asing dalam ajang resmi. "Saya senang sekali, karena ini bisa dikatakan sejarah," katanya.

John dan Cris juga akan kembali manggung di Festival Seni Asia yang sama yang akan digelar di Washington DC pada 21 Juli mendatang, dengan penonton yang diperkirakan akan ribuan orang.

Tentang "Dangdut in America", Rissa mengatakan dalam waktu dekat pihaknya akan menggelar kompetisi serupa di New York, Washington DC, Los Angeles dan San Fransisco.

Di Philadelphia sendiri, kompetisi tersebut telah berlangsung pada Februari 2007 lalu dengan diikuti oleh sekitar 50 kontestan.

"Jurinya saat itu selain saya, ada seorang musisi asal Amerika. Untuk kompetisi berikutnya, kami akan menyertakan penyanyi-penyanyi Indonesia, misalnya Camelia Malik dan Rhoma Irama, sebagai juri," kata Rissa.

Sebagai hadiah, pemenang "Dangdut in America" akan dibawa berkeliling untuk melakukan konser di Indonesia serta mendapatkan kontrak album rekaman.(*/erl)