"Kami sedang menguji rencana pembangunan pabrik komponen baru tetapi belum ada keputusan formal dibuat," kata jurubicara perusahaan rekayasa teknik Jepang itu.
Harian bisnis Nikkei, Senin, mengatakan bahwa Kawasaki akan mananamkan modal 20 miliar yen (US$160 juta) untuk membangun pabrik kedua di Aichi prefecture di Jepang tengah untuk memperoduksi komponen Boeing 787 Dreamliner.
Kawasaki membuka pabrik pertamanya pada Juli 2006 untuk memproduksi komponen utama 787 seperti gir pendaratan dan sayap utama.
Pabrik itu diperkirakan mempunyai kapasitas produksi bulanan bagi tujuh unit Dreamliner.
Dengan kemampuan jelajah hingga 14.500 kilometer, Boeing 787 mampu menghemat pemakaian bahan bakar hingga 20% dibandingkan dengan pesawat lain dengan ukuran yang sama melalui pengembangan teknologi mesin dan penggunaan logam komposit yang lebih ringan, kata Boeing.
Sukses yang dicapai dalam penjualan seri 787 Dreamliner, membantu Boeing menaikkan posisinya di mata pesaingnya Airbus Eropa, yang kini tengah memproduksi pesawat bertingkat A380. Produksi jet superjumbo Airbus ini mengalami banyak masalah soal biaya produksi dan penundaan pengiriman kepada pemesannya.
Perusahaan-perusahaan Jepang merupakan pelanggan setia Boeing. Industri-industri berat Jepang kini memasok hingga 35% komponen jet generasi mendatang Boeing. (*/rit)