Selain itu, Rizal (keyboard), Yuni (bass), Randy (drum), Feri (rhytem), Robby (vokal) dan Muksid (melodi), didukung penuh oleh PLN. Dan uniknya, mereka berasal dari satu daerah yang tergenang lumpur lapindo, yakni Porong, Sidoarjo.
"Kami kesini bukan menjual kesengsaraan warga Sidoarjo, tetapi ini merupakan kesempatan emas bagi kami untuk memperkenalkan musik kami ke masyarakat," ujar Rizal, di Backstage Cafe, Ancol, Selasa (19/6). Bagi Rizal cs, momentum tampil di Gudang Garam Musik Festival dalam rangka memeriahkan HUT Jakarta ke-480 merupakan langkah maju sebelum masuk dapur rekaman.
Di bawah polesan gitaris rock kawakan Ian Antono, Trank Band yang awalnya memainkan berbagai aliran musik kini diarahkan menjadi band bergenre hard rock. Mereka sekarang sudah menyelesaikan mastering sebanyak 10 lagu dari 60 lagu ciptaan mereka, yang akan dibandel dalam satu album debut.
Sementara Pak Sam, salah satu orang penting di PLN mengharap, band ini bisa terus berkembang. "Mereka bisa terus meniti karir ini dan PLN akan terus support," janji Pak Sam. "Kami juga tidak ingin berandai-andai terlalu tinggi, pastinya kita optimis saja," imbuh Rizal. (kl/wwn)
Tolong Redaksi Kapanlagi, bikin profil Trank 220 Band yang lebih panjang dan lebih jelas, soalnya kelihatannya ini band menyimpan sesuatu yang luar biasa. kalau nggak, masak Ian Antono mau nangani. Tolong ya. Thx
selamat dan sukses buat trank band, mudah-2an cepet bisa meluncur album perdananya dan jangan lupa selipkan lagu sosialnya untuk misi orang-2 yg terkena luapan lumpur sda juga saya ucapkan thank banget buat bang Ian/Reny yg peduli membina trank band.