Abe mengemukakan hal itu setelah melepas juru runding nuklir AS untuk masalah Korut Chrstoper Hill di Tokyo, Kamis (21/06), demikian Kyodo.
Hill selanjutnya langsung menuju Korea Utara guna melakukan perundingan yang memastikan negara itu mematuhi kesepakatan Februari yang telah diupayakan enam negara melalui perundingan Six Talks Party, menyusul disetujuinya pencairan dana milik Korut pada pertengahan Juni 2007, setelah sempat dibekukan otoritas moneter Macao.
"Korut harus mematuhi penutupan fasilitas nuklirnya," kata Abe yang menambahkan bahwa Jepang akan terus memantau perkembangan dari kunjungan Hill itu.
Kunjungan Hill ke Korut sendiri merupakan pertama kalinya bagi pejabat senior AS sejak Oktober 2002.
Menurut kantor berita China, Xinhua, Hill saat ini sudah tiba di Pyongyang untuk segera melakukan perundingan penutupan fasilitas nuklir Korut yang berlokasi di Yongbyon nuclear complex, 90 kilometer sebelah utara Pyongyang, ibukota Korut.
Washington menaruh perhatian serius dengan perkembangan di Korut. Kedua negara kerap melakukan konsultasi terhadap penyelesaian konflik Jepang-Korut itu.
Menteri Sekeretaris Kabinet Jepang Shiozaki mengemukakan, Menlu AS Condoleezza Rice telah menginformasikan Menlu Jepang Taro Aso melalui telepon soal agenda yang dibawa Hill dan menjanjikan bahwa isu perbaikan hubungan Jepang-Korut juga akan disampaikan.
Dalam pembicaraan sekitar sepuluh menit itu, Aso meminta Rice agar Hill menyampaikan bahwa Jepang berkeinginan memulihkan hubungan dengan Korut sesuai format yang tertuang dalam Deklerasi Pyongyang tahun 2002. Hill sendiri akan kembali ke Tokyo, setelah perjalanan dua harinya di Pyongyang.
Kesepatan Februari membuat kompromi bahwa Korut bersedia menutup fasilitas nuklirnya asal dana yang tersimpan di salah satu bank di Macao dicairkan. Pertengahan tahun lalu dana sebesar US$25 juta telah dicairkan melalui bank sentral AS sebelum diteruskan ke bank sentral Rusia yang selanjutnya mengirimkannya ke bank komersial Rusia lain tempat Korut memiliki rekening.
Jepang sendiri masih meragukan ketulusan Korut mengingat sikap Korut yang disebut Jepang sebagai "tidak bisa diduga".
Korut sempat mengusir tim inspeksi dari badan Energi Atom Internasional (IAEA) pada tahun 2002 yang akan memeriksa fasilitas nuklirnya. Sikap mengejutkan diperlihatkan negara itu dengan melakukan percobaan rudal nuklirnya. Bahkan Korut juga menyatakan diri keluar dari perjanjian Nuclear Non-Proliferation Treaty pada 2003.(*/lpk)