General Manager Penyaluran dan Pusat Pengatur Jawa Bali PT PLN (Persero) Muljo Adji di Jakarta, Kamis mengatakan, pengurangan beban pemadaman tersebut dikarenakan PLN melakukan sejumlah upaya.
"Akhirnya, dari perkiraan defisit mencapai 500 MW, ternyata hanya terealisasi 35 MW," katanya.
Menurut dia, sejumlah upaya yang dilakukan adalah pengaturan tegangan (brown out), sehingga defisit daya berkurang 215 MW, selanjutnya partisipasi pelanggan sebesar 80 MW, dan adanya penurunan perkiraan beban puncak dari sebelumnya 15.280 MW menjadi 14.950 MW.
Wilayah pemadaman sebesar 35 MW di Jakarta tersebut berada di Gardu Induk Plumpang Trafo 1 yang mencakup Yos Sudarso, Sunter, Martadinata, Cilincing, Pegangsaan, Tanjung Priok, dan Berikat Nusantara.
Pemadaman berlangsung mulai pukul 18.00-20.00 WIB.
Sebelumnya, dengan perkiraan defisit 500 MW, maka beban pemadaman akan dibagi menjadi wilayah Jabar dan Banten 184 MW, Jatim 119 MW, Jakarta 90 MW, Jateng 87 MW, dan Bali 20 MW.
Pada Jumat (22/6), PLN memastikan tidak akan ada pemadaman, karena seperti biasanya beban khususnya dari kalangan industri mengalami penurunan.
Deifisit 500 MW terjadi karena gangguan lima pembangkit yakni PLTU Paiton Unit 7 berdaya 600 MW yang mengalami gangguan peralatan kipas udara, PLTGU Cilegon yang kini memasok sekitar 100 MW karena ketiadaan gas, dan PLTU Cilacap Unit 2 300 MW karena surutnya air laut.
Selain itu, PLTGU Muara Tawar 6x140 MW karena gangguan pasokan BBM dan PLTU Suralaya Unit 5 600 MW karena gangguan trafo. (*/rsd)