Sebelumnya, Menneg BUMN Sofyan A. Djalil secara terpisah menyatakan pihaknya menunda rencana strategic sale 49% saham PT Garuda Indonesia karena belum tuntasnya restrukturisasi di BUMN itu.
Menurut Fritz, sebelumnya pihaknya mendengar bahwa rencana strategic sale 49% saham Garuda akan ditunda. "Sebelum 14 Juni, saya mendengar juga selentingan itu," katanya.
Fritz menegaskan, pengunduran diri sebagai calon mitra strategis Garuda tersebut karena pemerintah dan pihak terkait lainnya, belum menjawab surat expression of interest yang diajukan Rajawali pada Januari 2007.
Kendati begitu, Fritz memastikan, pihaknya masih berminat masuk di Garuda, jika lain waktu pemerintah masih memberikan peluang untuk kemungkinan strategic sale lagi.
"Garuda bagaimana pun juga potensinya besar untuk dikembangkan," katanya sambil menambahkan bahwa kini pihaknya sudah mengalihkan rencana pembelian saham Garuda itu ke sektor lain.
Target 2009
Pada kesempatan sebelumnya, Menneg BUMN Sofyan A. Djalil mengatakan, pemerintah berupaya membenahi kondisi Garuda dulu sehingga bisa mendapatkan nilai tambah lebih besar.
"Kami harapkan setelah tuntas, Garuda bisa go public. Kami perkirakan pada 2009 rencana itu bisa direalisasikan," ujarnya.
Dia menjelaskan dirinya baru pulang dari Perancis terkait negosiasi utang Garuda. Pada saat ini utang BUMN itu mencapai US$794 juta yang sebagian besar dari Export Credit Agency (ECA).
Sofyan menambahkan penundaan rencana strategic sale tersebut akan berdampak positif mengingat kondisi Garuda dapat diperbaiki terlebih dahulu. (*/rsd)