< >

Rajawali Mundur dari Calon Mitra Strategis Garuda

Jum'at, 22 Juni 2007 08:04
Kapanlagi.com - PT Rajawali Corp secara resmi menyatakan mengundurkan diri sebagai calon mitra strategis PT Garuda Indonesia. "Secara resmi surat pengunduran kami diajukan pada 14 Juni 2007 dan ditembuskan ke Presiden RI, Wakil Presiden, Menneg BUMN dan Direksi Garuda," kata Chief External Relation PT Rajawali Corp, Frits Simandjutak saat dihubungi di Jakarta, Kamis.

Sebelumnya, Menneg BUMN Sofyan A. Djalil secara terpisah menyatakan pihaknya menunda rencana strategic sale 49% saham PT Garuda Indonesia karena belum tuntasnya restrukturisasi di BUMN itu.

Menurut Fritz, sebelumnya pihaknya mendengar bahwa rencana strategic sale 49% saham Garuda akan ditunda. "Sebelum 14 Juni, saya mendengar juga selentingan itu," katanya.

Fritz menegaskan, pengunduran diri sebagai calon mitra strategis Garuda tersebut karena pemerintah dan pihak terkait lainnya, belum menjawab surat expression of interest yang diajukan Rajawali pada Januari 2007.

Kendati begitu, Fritz memastikan, pihaknya masih berminat masuk di Garuda, jika lain waktu pemerintah masih memberikan peluang untuk kemungkinan strategic sale lagi.

"Garuda bagaimana pun juga potensinya besar untuk dikembangkan," katanya sambil menambahkan bahwa kini pihaknya sudah mengalihkan rencana pembelian saham Garuda itu ke sektor lain.

Target 2009

Pada kesempatan sebelumnya, Menneg BUMN Sofyan A. Djalil mengatakan, pemerintah berupaya membenahi kondisi Garuda dulu sehingga bisa mendapatkan nilai tambah lebih besar.

"Kami harapkan setelah tuntas, Garuda bisa go public. Kami perkirakan pada 2009 rencana itu bisa direalisasikan," ujarnya.

Dia menjelaskan dirinya baru pulang dari Perancis terkait negosiasi utang Garuda. Pada saat ini utang BUMN itu mencapai US$794 juta yang sebagian besar dari Export Credit Agency (ECA).

Sofyan menambahkan penundaan rencana strategic sale tersebut akan berdampak positif mengingat kondisi Garuda dapat diperbaiki terlebih dahulu. (*/rsd)