< >

Harga Solar Melonjak, Nelayan Tangerang Alami Kerugian

Jum'at, 22 Juni 2007 10:18
Kapanlagi.com - Akibat harga solar mahal, nelayan di Tangerang mengalami kerugian karena hasil tangkapannya tidak sesuai dengan biaya pengeluaran, besarnya mencapai Rp150.000 hingga Rp200. 000 sekali melaut.

"Bahkan ada nelayan yang tidak mampu membeli solar dan minyak tanah untuk perahunya karena tingginya harga BBM, padahal penghasilan nelayan tidak seberapa," kata Mahyudin (39), nelayan asal Pelayangan, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon di Tangerang, Kamis.

Menurut Mahyudin, harga solar saat ini mencapai Rp5.000/liter dan minyak tanah hingga Rp3.500/liternya. Harga sebesar itu dirasakan nelayan sangat tinggi, pasalnya pendapatan nelayan tidak sebanding dengan biaya pengeluarannya.

Nelayan dalam sekali melaut minimal membutuhkan solar sebanyak 10 liter yang dicampur dengan 20 liter minyak tanah, jadi sedkitnya perlu biaya sebesar Rp120 ribu belum termasuk biaya operasional lainnya.

Bahkan selama dua bulan terakhir, penghasilannya kurang dari Rp150 ribu. Jika pun mendapat untung dari penjualan ikan hanya Rp20 ribu, sementara kebutuhan keluarganya dalam perhari lebih dari Rp50 ribu.

Akibat dari penghasilan yang menurun, nelayan tidak bisa menghidupi keluarganya di Muara Dadap, Kosambi.

Bahkan saat ini, menurut Mahyudin, para nelayan membatasi aktifitas melautnya, yakni hanya bertahan hingga delapan jam, padahal sebelumnya waktu melaut hingga mencapai 12 jam lebih untuk mendapatkan penghasilan yang banyak. (*/erl)