"Kalau Jakarta Fair saya sudah tahu lama, tapi kalau Jakarta Great Sale saya belum pernah dengar," kata pekerja bangunan, Yanto (32), di Jakarta, Jumat.
Dia mengaku belum pernah mendengar ataupun melihat promosi mengenai ajang diskon tersebut baik di televisi maupun surat kabar. Sementara untuk promosi Jakarta Fair, dia mengaku pernah melihatnya beberapa kali di media cetak.
Senada dengan Yanto, Diah (50), seorang ibu rumah tangga di Bekasi mengatakan, pernah mendengar `Jakarta Great Sale` tahun 2006. Hanya saja dia sama sekali tidak mengetahui bahwa event tersebut diselenggarakan lagi pada 2007.
"Sepertinya promosinya kurang. Saya belum melihat ada promosinya di televisi maupun media cetak," ujarnya.
Ia mengaku mengetahui tentang Jakarta Fair yang diadakan rutin setiap tahun selama satu bulan, Juni hingga Juli, saat ulang tahun Jakarta. Tetapi tahun ini, ia mengaku belum mengetahui bahwa acara tahunan tersebut sudah dimulai.
Saat ditanya tentang `Great Singapore Sale`, dia mengatakan, mengetahui program diskon yang ditawarkan pemerintah Singapura setiap tahunnya pada saat bersamaan dengan liburan sekolah. Ia mengaku justru telah melihat promosinya di media cetak dibanding dengan `Jakarta Great Sale` (JGS).
"Saya hanya tahu kalau Great Singapore Sale itu menawarkan diskon belanja, diskon untuk rumah sakit, dan diskon makanan. Tapi kalau JGS saya belum tahu apakah sama seperti itu."
Vemmy (30), seorang ibu rumah tangga lainnya, justru menanyakan dimana event diskon di Jakarta itu diadakan. Ia mengaku mengetahui tentang event yang baru beberapa tahun lalu dilaksanakan di Jakarta tersebut, tetapi dia tidak mengetahui dimana saja diskon tersebut bisa didapat dan berapa besar diskon yang ditawarkan.
"Dimana saja yang ada diskonnya," ujarnya. Sementara itu, salah satu warga Condet, Widodo (28) mengatakan, ide menyelenggarakan event yang diadakan Pemprov DKI tersebut memang baik jika untuk menandingi Great Singapore Sale. Hanya saja, menurut dia, sebagai usaha untuk meningkatkan pariwisata serta pendapatan maka promosi yang dilakukan sangatlah kurang.
"Seharusnya semua orang dapat mengetahui dimana saja diskon diberikan. Jangan sampai ada persepsi bahwa semua pertokoan di Jakarta menggelar diskon, padahal tidak semuanya, bisa-bisa saat membayar dikasir mereka kecewa karena ternyata barangnya tidak didiskon," ujarnya.
Menurut dia, selain promosi bahwa di Jakarta sedang diadakan Jakarta Great Sale, perlu juga disebutkan pusat perbelanjaan mana, restoran mana, rumah sakit, atau hotel mana yang memberikan diskon tersebut. Berapa besaran diskonnya pun harus disebutkan.
Saat ditanya apakah perlu ada transportasi khusus yang menyokong terselenggaranya event tersebut, dia mengatakan, untuk di dalam kota Jakarta akan sulit karena letak satu pusat perbelanjaan ke pusat perbelanjaan atau hotel, restoran, dan rumah sakit saling berjauhan, berbeda dengan Jakarta Fair yang ada di satu titik sehingga dapat disediakan transportasi khusus.
Tetapi untuk kerjasama dengan alat transportasi udara dan darat yang membawa wisatawan asing maupun domestik untuk berkunjung ke Jakarta, tentu hal tersebut seharusnya dapat diupayakan, seperti halnya Singapura dan Malaysia yang juga memiliki program diskon yang hampir bersamaan disaat liburan anak sekolah.
JGS menargetkan omzet minimal Rp4,6 triliun, sama seperti 2006. Sementara itu, event yang digelar sebagai satu rangkaian perayaan ulang tahun Jakarta ke-480, terjadi peningkatan jumlah peserta sebanyak 19 persen.
Terdapat 7.764 gerai dan 43 pusat perbelanjaan, serta empat hotel dan tiga rumah sakit yang turut serta dalam program JGS ini, total mencapai 7.814 peserta. (*/cax)