"Hasilnya positif, " kata Menteri menjawab pertanyaan wartawan di Jakarta, Jumat.
Ia mengatakan, pada prinsipnya penyelesaian soal hutang Garuda dilaksanakan secara "business to business" atau B to B dan bukan "government to government" atau G to G.
"Itu namanya restrukturisasi pokoknya ada negosiasi yang diterima kedua belah pihak yang bisa menyelesaikan masalah," katanya.
Sebelumnya, PT Garuda Indonesia melakukan roadshow ke Perancis untuk menegosiasikan pelunasan hutang dengan European Credit Agency (ECA).
"Intinya pemerintah telah berupaya semaksimal mungkin dan mengharapkan mereka memberikan sedikit fleksibilitas ," kata Menteri.
Pada Rabu malam (13/6), Meneg BUMN dan sejumlah jajaran petinggi PT Garuda akan berangkat ke Perancis dan dilanjutkan ke Qatar selama lima hari. (*/cax)