< >

Lima Negara ASEAN Sepakat Selenggarakan Grand Prix dan Sirkuit Catur

Jum'at, 22 Juni 2007 19:32
Kapanlagi.com - Persemaian catur Asia Tenggara akan semakin semarak setelah baru-baru ini di Pattaya, Thailand, lima negara ASEAN sepakat mulai akhir tahun ini akan melangsungkan Grand Prix dan Sirkuit Catur ASEAN.

Menurut PB Percasi, perhelatan akbar catur ASEAN tersebut akan berlangsung di Indonesia, Filipina, Vietnam, Singapura, dan Malaysia, demikian menurut siaran pers PB Percasi setelah pengurus induk organisasi tersebut melakukan kongres Konfederasi Catur Asia Tenggara (ACC) di Pattaya, Thailand.

?Grand Prix sifatnya terbuka bisa diikuti siapa saja untuk menambah jam terbang, sedang sirkuit sifatnya tertutup untuk pemain undangan saja yang diproyeksikan sudah layak meraih atau menaikkan gelar,? tutur Eka yang dalam kongres tersebut didampingi Ketua Bidang Luar Negeri PB Percasi Dwi Hartmanti Ambarukmi dan Wakil Ketua Umum PB Percasi Utut Adianto.

Grand Prix ASEAN pertama akan dimulai di Filipina pada November 2007. Ada dua kategori pertandingan, yaitu untuk pemain yang memiliki rating 2100 ke atas dan kategori challenger untuk pemain yang ratingnya di bawah 2100 atau nonrating.

Sementara Sirkuit ASEAN pertama dimulai di Jakarta pada Januari 2008. Sirkuit ini terdiri dari tiga kategori, yaitu GM, MI, dan MIW. Pesertanya adalah pemain undangan dengan jatah pemain tuan rumah yang jauh lebih banyak.

Lima negara ASEAN tersebut wajib membuat dan mengirimkan pemain pada grand prix dan sirkuit tersebut yang direncanakan berlangsung lima kali dalam setahun. Negara-negara ASEAN di luar lima negara tersebut, punya hak untuk ambil bagian tapi belum ada keharusan untuk menjadi tuan rumah.

?Dengan adanya turnamen yang terintegrasi dan berkesinambungan maka soal peningkatan rating dan gelar pemain akan menjadi lebih mudah dan murah karena kita tidak perlu jauh-jauh kirim pemain ke Eropa,? tambah Eka yang juga Ketua Harian PB Percasi itu.

Indonesia tambah empat perak dan tiga perunggu

Setelah menyelesaikan seluruh tujuh babak catur cepat, tim Indonesia berhasil menambah 4 medali perak dan 3 medali perunggu lagi. Medina Warda Aulia di KU10 putri menjadi bintangnya dengan menyabet medali perak untuk ASEAN dan medali perunggu untuk kategori ASEAN+ dengan 5 angka. Emas direbut Vu Thi Dieu Ai (VIE) 6 angka.

Tiga perak lainnya dari beregu KU10 putri (Medina Warda, Fransisca Fortunata, Aai Aisyah), KU10 putra (Azarya Jodi, Aston Taminsyah, Kurniawan Eka), KU14 putri (Dewi Citra, Nadya Anggraini, Yuliana Santosa).

Sedangkan dua perunggu lainnya dari beregu KU8 putra (Martinus Adji Pamungkas, Ari Julianto) dan KU18 putra (Aris Haryanto, Andre Wahyuza, Rian Kapriaga). (*/lpk)