Hal tersebut diungkapkan Teddy Sukardi dalam jumpa pers beroperasinya lembaga PANDI untuk mengelola nama domain .id di Jakarta, Jumat,
Sebelumnya, pengelolaan pengelolaan nama domain .id dilakukan oleh Depkominfo sejak Agustus 2005.
Lebih lanjut, Teddy mengatakan pihaknya baru akan mengumumkan tarif harga domain dalam jangka waktu seminggu mendatang karena masih mempertimbangkan mengenai subsidi silang antara domain untuk institusi sosial dengan komersial.
"Domain untuk sosial dengan domain untuk komersial pastinya harganya berbeda. Domain komersial diharapkan memberi cross subsidy untuk domain sosial," ujar Teddy.
Teddy mengatakan harga domain untuk institusi sosial diperkirakan berkisar antara Rp 50 ribu sampai Rp 70 ribu per tahun.
Sementara Ketua kelompok kerja bidang tarif PANDI, Sylvia Sumarlin mengatakan PANDI akan berkonsultasi dengan Dirjen Aplikasi Telematika Depkominfo Cahyana Cahyana Ahmadjayadi untuk menentukan tarif domain.
"Ya mungkin harganya nanti sekitar Rp 150 ribuan untuk .co.id. Tapi harga itu belum pasti," katanya.
Bagi pemilik situs, PANDI memberikan tenggat waktu pendaftaran ulang atau perpanjangan beragam. Misalnya nama domain *.net, *.co, dan *.web paling lambat pada 31 Agustus. Sedangkan nama domain *.sch, *.ac, dan *.or paling lambat 30 September 2007. Sementara *.go dan *.mil paling lambat 28 Februari 2008.
Untuk domain war.net.id yang memiliki struktur yang kurang umum akan dicarikan nama pengganti yang lebih sesuai. Sehingga tidak akan dibuka pendaftaran nama baru dan nama yang ada akan terus dapat digunakan sampai 31 Desember 2007.
Sedangkan administrasi untuk nama domain *.go dan *.mil tetap di bawah Kominfo.
PANDI mencatat terdapat lebih dari 38.000 nama domain *.id saat ini, yang berarti terdapat pertambahan sebanyak 18.000 domain selama hampir dua tahun dikelola oleh Depkominfo.
Untuk mengawali sosialisasi penggunaan domain *.id, PANDI akan menyelenggarakan lomba desain logo .id dan lomba karya tulis pentingnya nama domian internet Indonesia.
Teddy sendiri menargetkan ada satu juga domain .id sampai tahun 2010.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Aplikasi Telematika Depkominfo Cahyana Ahmadjayadi mengatakan Depkominfo telah meluncurkan program "dot id saja" yang bertujuan untuk meningkatkan pemanfaatan bandwitch dalam negeri, dan mengoptimalkan penggunaan bandwitch internasional.
"Program Depkominfo 2007 kita telah mempromosikan program .id saja untuk membangkitkan nama Indonesia, dot id for your id," kata Cahyana.
Program difokuskan pada penyediaan layanan yang baisanya terdapat di luar negeri dan banyak diakses oleh pengguna internet Indonesia seperti weblog, groups, "instant-messenger dan mesin pencari. (*/rsd)