< >

Aceh Upayakan Dana Lebih Besar 'Perangi' Narkotika

Minggu, 24 Juni 2007 17:27
Kapanlagi.com - Pemerintah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) akan mengupayakan anggaran lebih besar untuk memerangi penggunaan dan peredaran narkotika yang mulai mengkhawatirkan di wilayah itu.

"Memang ada kekhawatiran terhadap penggunaan narkotika di kalangan remaja. Karena itu kedepan kita mengupayakan peningkatan anggaran untuk sosialisasi tentang bahaya penggunaan barang terlarang terutama dikalangan remaja," kata Wakil Gubernur Provinsi NAD, Muhammad Nazar di Banda Aceh, Minggu (24/6).

Disela-sela kegiatan gerak jalan sehat memperingati hari anti narkoba internasional (Hani) 2007, ia menjelaskan kalau selama ini mungkin pemerintah masih sedikit mengalokasikan dana untuk sosialisasi pemberantasan narkoba maka kedepan harus mendapatkan perhatian khusus.

Ia menambahkan, masalah peradaran dan penggunaan narkoba oleh segelintir remaja di Aceh itu harus segera dihentikan dan diberantas sampai habis. Itu semua perlu peran berbagai pihak terutama masyarakat dan keluarga.

"Untuk membersihkan narkoba di Aceh itu bukan hanya tugas polisi, pemerintah dan ulama, tapi semua pihak perlu terlibat aktif khususnya kalangan orangtua untuk mengawasi ketat anak-anaknya," kata Muhammad Nazar.

Pada bagian lain, ia menjelaskan aparat berwenang bersama-sama pemerintah juga harus lebih serius dalam upaya memutuskan jaringan peredaran barang haram (narkotika) apapun bentuk dan jenisnya.

Dipihak lain, Wakil Gubernur Muhammad Nazar juga menyatakan keprihatinannya atas 'julukanr' Aceh sebagai kawasan peredaran narkotika jenis ganja. "Semua komponen masyarakat Aceh harus bekerja ektra menghapuskan julukan negatif kawasan peredaran ganja ini," tambahnya.

Citra negatif Aceh kawasan peredaran ganja nasional itu sesuatu hal yang sangat memalukan dan kewajiban semua pihak untuk menghilangkannya.

"Hanya segelintir orang telah melakukan perbuatan sebagai penanam dan pengedar ganja di Aceh. Perbuatan oknum masyarakat itu sangat buruk dan tergiur dengan keingginan jalan pintas mencari rezeki lebih banyak dan perbuatan mereka harus disadarkan, karena tanah Aceh yang subur dapat dengan mudah dikelola dengan tanaman halal," ujar dia. (*/bun)