< >

Separuh Warga Jepang Inginkan Partai Berkuasa Kalah

Senin, 25 Juni 2007 13:17
Kapanlagi.com - Separuh warga Jepang menginginkan pemerintah koalisi kalah dalam pemilihan bulan depan, yang bisa mengepung kinerja Perdana Menteri Shinzo Abe, kata satu jajak pendapat di sini Senin.

49% dari orang-orang yang ikut ambil bagian dalam jajak pendapat mengharapkan, koalisi Abe kalah sehingga kehilangan mayoritasnya di majelis tinggi, melampaui 35% yang menginginkan kelompok yang berkuasa mempertahankannya, kata harian ekonomi Nikkei.

Pemilihan umum 29 Juli diselenggarakan untuk memilih majelis tinggi, adalah ujian pertama bagi Abe sejak dia menggantikan kedudukan Junichiro Koizumi pada September lalu, dan peringkat popularitasnya merosot sampai angka terendah selama sembilan bulan pemerintahannya.

Abe, perdana menteri Jepang pertama yang lahir setelah Perang Dunia II, menempatkan prioritas melepaskan warisan kekalahan termasuk menyusun kembali konstitusi 1947 susunan AS.

Tapi sebagai pemimpin yang suatu ketika mencapai peringkat jatuh karena skandal-skandal, termasuk salah taruh pembayaran jutaan pada sistem pensiun, ini merupakan isu sensitif di negara yang penduduk usia tuanya meningkat cepat.

Kalahnya Partai Liberal Demokrat (LDP) yang memimpin koalisi tidak akan otomatis berdampak pada kinerja Abe, pada saat pihaknya menguasai suara mayoritas mutlak di majelis rendah, namun tampaknya bisa membuat partai Abe berupaya untuk memecatnya.

Ditanya apa yang mereka inginkan jika koalisi Abe kalah dalam pemilu, 16% suara mengatakan mereka berharap dia membubarkan semua yang penting pada majelis rendah untuk dilakukannya pemilihan umum.

Sekitar 19% suara lainnya mengatakan, Abe harus mereshuffle kabinetnya jika dia kalah.

15% lainnya mengatakan, mereka berharap Abe dan kabinetnya harus mundur, sedangkan lainnya memberikan jawaban-jawaban lain atau tidak memberikan pendapat.

Jajak pendapat terakhir Nikkei ini, diselenggarakan pada akhir pekan mencakup 1.526 rumahtangga, menunjukkan dukungan pada kabinetnya turun 5% dari Mei lalu, sehingga menjadi 36%, sedangkan yang tidak setuju naik 8% menjadi 52%. (*/cax)