Jepang membatasi impor daging sapi AS untuk daging dari lembu/sapi berumur sampai 20 bulan karena kekhawatiran terhadap penyakit sapi gila (mad cow), atau bovine spongiform encephalopathy (BSE), kasus pertama AS yang ditemukan di negara bagian Washington pada Desember 2003.
Pada pertemuan yang dijadwalkan itu para peserta akan menggunakan data ilmiah untuk meneliti apakah pihaknya aman mengimpor daging sapi dari lembu yang umurnya lebih tua, kata kementrian itu lagi.
Para ahli Jepang dan para pejabat dari Kementrian Pertanian, kehutanan dan Perikanan serta Kementrian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan akan menghadiri pertemuan itu dengan perwakilan dari Depertamen Pertanian Amerika Serikat.
Kamis lalu, para pejabat kementrian pertanian mengatakan bahwa Jepang diperkirakan memulai perundingan dengan Amerika Serikat "secepatnya pekan depan" agar memperlunak berbagai hambatan impornya.
Meningkatnya signal positif dari Tokyo kepada Washington berpengaruh pada sejumlah perkembangan yang menguntungkan mereka yang memasarkan daging sapi AS.
Organisasi Kesehatan Hewan Dunia, yang kini dikenal sebagai OIE dan sepakat dengan standar kesehatan untuk pencegahan BSE, memberikan lampu hijau pada Mei kepada Amerika Serikat untuk mengekspor daging sapi yang berasal dari lembu yang berumur tersebut.
Juga pada Mei lalu, para inspektur dari kalangan pemerintah Jepang melakukan penelitian di beberapa pabrik pengolahan daging sapi AS yang diekspor ke Jepang dan dilaporkan tidak menemukan berbagai masalah kesehatan atau keamanan. (*/cax)