"Saya yakin tim itu akan mempersiapkan pembicaraan, namun sejak Korut kembali menerima mekanisme inspeksi IAEA, hal itu akan menjadi suatu langkah penting terhadap denuklirisasi, kami berharap kedua pihak akan melakukan diskusi substantif," kata Ketua Sekretaris Kabinet Yasuhisa Shiozaki kepada wartawan dalam konferensi pers rutin pada Senin pagi.
Shiozaki mengatakan, memulai kembali pertemuan enam pihak mengenai nuklir Korut dan realisasi pertemuan enam tingkat menteri pihak akan tergantung pada apakah Korut memenuhi janjinya untuk memprakarsai langkah-langkah denuklirisasi, yang mencakup penutupan reaktor nuklir.
Juga pada Senin, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe kembali mengulangi pernyataannya bahwa Jepang akan terus menyepakati penutupan nuklir Korut lewat "dialog dan tekanan", dan menegaskan bahwa Jepang tidak akan menormalisir hubungan dengan Pyongyang keculai bila masalah penculikan warga Jepang oleh Korut dan persoalan lainnya telah dipecahkan.
Tim IAEA dipastikan akan berdiskusi dengan Korut sebagai jalan untuk memverifikasi perlucutan itu, dan penutupan fasilitas nuklir Yongbyon, yang berlokasi sekitar 90 km utara Pyongyang, sesuai kesepakatan pada 13 Februari antara Korut, Korsel, China, Jepang, Rusia dan AS. (*/lpk)