< >

Pasar Lelang Agro Bali Bukukan Transaksi Rp153,2 Miliar

Senin, 25 Juni 2007 21:44
Kapanlagi.com - Selama enam kali penyelenggaraan pasar lelang komoditi agro di Denpasar, Bali, yang berlangsung setiap pertengahan bulan hingga Juni 2007, nilai transaksinya tercatat mencapai Rp153,2 miliar.

Nilai transaksi tersebut lumayan besar, karena pasar lelang itu juga dihadiri pengusaha dan pembeli luar daerah, kata Kasubdin Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bali, Bagus Ketut Wijaya di Denpasar, Senin.

Ia mengatakan, nilai transaksi di pasar lelang regional itu cukup lumayan walau masih berfluktuasi, seperti terlihat tiga bulan terakhir, yakni April 2007 tercatat Rp33,8 miliar, Mei naik menjadi Rp35,7 miliar dan Juni turun jadi Rp30,7 miliar.

Pelaksanaan pasar lelang agro di daerah wisata Pulau Dewata selama ini cukup menggembirakan, yakni setiap berlangsung pasar lelang terjadi transaksi/kontrak jual-beli dengan nilai miliaran rupiah dari komoditi hasil pertanian.

Hasil aneka kerajinan sebagai mata dagangan cenderamata juga bisa dipasarkan lewat pertemuan para pengusaha dan pembeli, kata dia sambil menyebutkan, pernah sejumlah hasil kerajinan diboyong ke pasar lelang.

Aktivitas pasar lelang agro dilaksanakan di daerah ini, mengingat hasil pertanian dalam artian luas masih potensial, seperti komoditas kopi, vanili, salak, anggur, kelapa, mete dan sayur-mayur serta buah-buahan.

Wijaya mengatakan, transaksi yang terjadi di arena pasar lelang komoditi agro, hendaknya tetap berlangsung sesuai perjanjian yang sudah sama-sama disepakati baik dalam pemenuhan barang maupun dalam pembayarannya.

"Saya sampai saat ini belum menerima laporan tentang adanya transaksi yang dibatalkan," kata dia seraya berharap tidak akan terjadi pembatalan transaksi, karena antar pihak sudah saling percaya.

Ia mengakui, mata dagangan yang ditransaksikan dalam arena pasar lelang komoditi agro di Bali, lebih banyak dari luar daerah, yakni dari sebelas matadagangan yang ditransaksikan pekan lalu hanya tiga produksi Bali.

Tiga jenis komoditi hasil pertanian dan peternakan Bali yang laku dalam bisnis tersebut adalah jeruk, hasil perkebunan petani di kawasan wisata Kintamani, serta Tomat dan sapi potong, seluruhnya bernilai Rp1,8 miliar.

Sedangkan sisanya adalah hasil produksi luar daerah antara lain berupa beras, gula pasir, kacang hijau, kopi robusta, kopra, lada putih, seluruhnya bernilai Rp30,7 miliar, kata Wijaya menjelaskan. (*/rsd)