< >

Impor Filipina Turun 1,8% April 2007

Selasa, 26 Juni 2007 14:54
Kapanlagi.com - Impor Filipina pada April mengalami penurunan 1,8% di banding setahun sebelumnya menjadi US$ 4,336 miliar karena menurunnya permintaan komponen elektronik yang digunakan dalam industri ekspor negara itu, pemerintah mengumumkan, Selasa.

Total impor dalam empat bulan pertama tahun ini di mana mengalami peningkatan 3,4% menjadi US$ 16,307 miliar di banding periode yang sama 2006, demikian menurut kantor statistik nasional.

Kantor Statistik itu juga melaporkan bahwa impor komponen elektronik, yang merupakan jenis impor terbesar satu-satunya negara itu, mengalami penurunan 17,3% pada April menjadi US$ 1,846 miliar.

Impor utama lainnya seperti sereal, besi dan juga baja, plastik dan mesin industri juga mengalami penurunan dua digit pada April. Penurunan dalam impor pada April itu dikarenakan defisit perdagangan negara itu pada bulan April masih tinggi yakni US$ 219 juta, lebih kecil di banding defisit yang dicatat pada periode yang sama tahun lalu US$ 499 juta, tulis pernyataan itu.

Total defisit perdagangan untuk empat bulan pertama tahun ini mencapai delapan juta dolar di banding US$ 780 juta defisit yang dicatat pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Jonathan Revelas, strategis pasar pada Banco de Oro Universal Bank, mengatakan bahwa impor yang lebih rendah itu mungkin merupakan suatu pertanda "penurunan lebih lanjut dalam pertumbuhan ekspor pada beberapa bulan ke depan, tetapi saya mempertimbangkan ini hanya karena pelemahan jangka pendek."

Ia mengatakan bahwa tinjauan keseluruhan untuk ekspor selama setahun penuh tetap positif. Pemerintah memperkirakan adanya peningkatan 11% dalam ekspor dan 12%n peningkatan dalam impor selama setahun.

Amerika Serikat tetap menjadi sumber impor terbesar negara itu pada April dengan US$ 638,87 juta atau 14,7% dari total. Namun angka ini mengalami penurunan 21,1% di banding periode yang sama tahun lalu.

Singapura melampaui Jepang sebagai sumber impor terbesar ke dua dengan US$ 530,8 juta atau 12,2% dari total dan angka ini mengalami pertumbuhan 49,6% di banding tahun lalu.

Jepang, di urutan ke tiga dengan menjual produk senilai US$ 494,7 juta ke Filipina pada April 2007 atau menurun 17,9% di banding April 2006. (*/erl)