Karena tenggat waktu yang diberikan pemerintah berakhir, perusahaan itu belum mengirim perwakilannya untuk menandatangani perjanjian dengan Menteri Energi Venezuela Rafael Ramirez yang akan memberikan ketentuan kepemilikan saham mayoritas pemerintah Venezuela dalam usaha patungan dengan perusahaan-perusahaan tersebut.
Pada 1 Mei lalu, pemerintah pimpinan presiden Hugo Chavez menasionalisasikan ladang-ladang minyak Orinoco Basin, cadangan terbesar minyak mentah ringan di Western Hemisphere.
Chavez menyatakan kepada perusahaan-perusahaan multinasional bahwa mereka dapat terus bekerja di negara tersebut, tetapi dalam operasionalnya dilakukan bersama dengan pemerintah Venezuela.
Para ahli memperkirakan bahwa perusahaan-perusahaan asing telah menginvestasikan US$25 miliar di Venezuela, menggunakan teknologi untuk pengolahan minyak ringan ke dalam sebuah `lighter sort`. Mereka saat ini memproduksi 600 ribu barel per hari.
Menurut laporan media Venezuela, Exxon Mobil dan ConocoPhillips belum menyetujui kondisi pemberikan kepemilikan saham perusahaan 78 persen dalam suatu usaha patungan, tetapi berbagai perundingan seputar berapa besar kompensasi yang mereka akan terima untuk asset-assset mereka di Venezuela tetap terbuka.
Perusahaan-perusahaan asing lainnya termasuk Chevron, British Petroleum, Statoil dan Total, telah melakukan penandatanganan perjanjian baru dengan pemerintah Chavez. (*/cax)