< >

Siemens Kembangkan Produk Ramah Lingkungan

Kamis, 28 Juni 2007 08:44
Kapanlagi.com - Perusahaan terkemuka asal Jerman, Siemens AG siap mengembangkan produk ramah lingkungan untuk mengantisipasi fenomena pemanasan global yang melanda dunia saat ini.

President Director and CEO PT Siemens Indonesia, Hans-Peter Haesslein, di Jakarta, Rabu mengatakan, dari kajian Stern Review 2006, Munchner Ruckversicherung 2007 dan Siemens AG Media Summit 2007, kerugian akibat bencana yang terkait tren pemanasan global setiap tahun menunjukkan peningkatan signifikan.

Pada kurun waktu 195-1990 kerugian tersebut mencapai US$110 miliar, namun selama periode 1990-1995 telah meningkat menjadi US$380 miliar .

Sementara untuk 1995-2000 kerugian sebesar US$267 miliar sedangkan pada periode 2000-2005 naik kembali menjadi US$332 miliar .

"Untuk itu Siemens AG melakukan berbagai langkah aktif dari sisi teknologi untuk mengembangkan berbagai produk efisien, ramah lingkungan, serta selaras dengan penanganan masalah pemanasan global," katanya.

Sejumlah inovasi yang dilakukan Siemens diantaranya generator efisien energi meliputi high efficient cycle power plant, coal fired with carbon capture, coal to gas shift, wind turbine, biomass dan solar cell.

Selain itu juga untuk medical solutions & lighting, automation industry serta suplai energi di Indonesia.

Menurut dia, Indonesia merupakan salah satu negara paling potensial di Asia, sehingga melalui pengembangan teknologi dan inovasi, Siemens ingin menjadi salah satu pemain utama dalam pembangunan infrastruktur di tanah air.

Head of Siemens Corporate Technology, Prof. Dr. Hermann Requardt dalam Siemens Media Summit 2007 di Erlangen Jerman mengatakan, selain faktor teknologi, dibutuhkan pula political will dari seluruh negara di dunia untuk menangani masalah pemanasan global.

"Dibutuhkan sebuah langkah nyata untuk mencegah trend pemanasan global yang antara lain dipicu oleh tingkat polusi gas CO2," katanya.

Menurut dia, pemerintah Jerman serta beberapa negara Eropa lainnya bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan berskala internasional, setiap tahunnya mengeluarkan dana sekitar 6 miliar euro untuk mengantisipasi pemanasan global termasuk bagi inovasi teknologi efisiensi energi.

Hingga kini, tambahnya, tercatat sekitar 48.900 orang yang terlibat dalam penelitian terkait efisiensi energi dan penanggulangan pemanasan global.

Selain itu juga tercipta 62.000 paten untuk inovasi energi alternatif dan teknologi efisiensi yang mana targetnya, dunia dapat mengurangi polusi sampai dengan level 360 juta ton CO2.

Sejumlah inovasi minimalisasi polusi yang telah dilakukan yakni meliputi, hybrid engines dengan tingkat CO2 0,34 giga tons, wind energy (0,60), carbon capture & storage (2,00), enhanced building tech (2,00) dan penggantian energi yang berasal dari fossil fuel (4,10). (*/rsd)