Pada pukul 11.50 waktu Singapura (03.50 GMT), kontrak minyak utama berjangka di bursa New York, light sweet untuk pengiriman Agustus, naik delapan sen menjadi US$69,65 per barel dibandingkan US$69,57 dalam perdagangan Kamis malam, di AS.
Minyak mentah Brent Laut Utara untuk pengiriman Agustus turun dua sen menjadi US$70,50.
Harga minyak New York yang menyentuh US$70 dalam perdagangan di AS, Kamis, merupakan tingkat harga tertinggi sejak 28 Agustus 2006.
Kenaikan harga itu akibat kekhawatiran atas stok bensin (premium) di AS bersamaan dengan puncak musim berkendara di musim panas ketika banyak warga AS turun ke jalan-jalan raya untuk mengisi liburan tahunan mereka.
Tobin Grey, ahli komoditas strategis Commonwealth Bank Australia, mengatakan bahwa produksi kilang minyak AS ketinggalan di belakang tingkat kebutuhannya.
"Dikarenakan begitu rendahnya dan kami kita bersama tahu telah masuk musim berkendara di musim panas...sehingga benar-benar sangat sulit (bagi kilang minyak) untuk memenuhi permintaan," katanya.
Departemen Energi AS (DoE), Rabu, melaporkan bahwa stok minyak AS turun sebesar 700.000 barel menjadi 202,6 juta barel dalam pekan yang berakhir 22 Juni, dibandingkan dengan proyeksi pasar akan ada kenaikan 1,0 juta barel.
Tingkat cadangan bensin saat ini berada di bawah rentang terendah rata-rata tahun ini, tambah DoE dalam analisa pasar mingguan terakhirnya.
AS kini merupakan konsumen energi terbesar dunia dan pola konsumsinya serta stoknya terus dimonitor oleh pasar internasional. (*/rit)