< >

Warga Palestina, Israel Pesimistis Terhadap Perdamaian Mendatang

Jum'at, 29 Juni 2007 16:50
Kapanlagi.com - Satu jajak pendapat yang diterbitkan Kamis menunjukkan hanya 31% dari warga Palestina yang percaya adanya kemungkinan tercapainya kesepakatan damai dengan pemimpin Israel sekarang, sedangkan 42% warga Israel percaya bahwa pihaknya mungkin mencapai penyelesaian demikian dengan Presiden Palestina moderat, Mahmoud Abbas dari Fatah.

Hanya seperempat dari warga Israel yang disurvei percaya bahwa konflik akan bida dipecahkan melalui perundingan-perundingan dengan pemerintah persatuan nasional Palestina, termasuk anggota-anggota gerakan Islam Hamas.

Abbas belum lama membubarkan pemerintah persatuan dan membentuk satu pemerintahan darurat, tanpa keanggotaan Hamas di dalamnya, setelah kelompok Islam ini menguasai kendali Jalur Gaza dua pekan yang lalu.

Banyak warga Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza mengatakan dalam jajak pendapat, bahwa mereka menginginkan perubahan-perubahan mendasar atas penguasa Palestina.

Lebih dari itu, 41% warga Palestina mendukung pembubaran pemerintah Palestina, 26% menginginkan menggantikannya dengan satu perwakilan internasional, sedangkan 16% cenderung kembali kepada pendudukan Israel sepenuhnya.

Meskipun demikian, 49% menolak pembubaran pemerintah Palestina.

Sekitar 42% warga Palestina yang disurvei cenderung membentuk konfederasi dengan Jordan.

Raja Jordan, Abdullah dan Presiden Mesir, Hosny Mubarak, baru-baru ini membubarkan gagasan konfederasi dengan Jordan, setidaknya sampai negara Palestina yang merdeka terbentuk.

Jajak pendapat, yang diselenggarakan oleh Lembaga Riset Harry S Truman pada Universitas Hebrew di Jerusalem dan Pusat Palestina untuk Riset Survei dan Kebijakan di Ramallah, juga mendapati 89% dari warga Israel dan 76% dari warga Palestina meyakini bahwa konfrontasi bersenjata antara Palestina dan Israel akan terus berlanjut.

Jajak pendapat diselenggarakan antara 12-20 Juni, pada saat Hamas mengambil alih Jalur Gaza dan lembaga riset ini mengatakan, bahwa perkembangan ini dijadikan bahan pertimbangan dalam mengevaluasi data-data survei. (*/cax)