< >

Di AS, Muncul Sipilis Baru yang lebih Ganas

Jum'at, 29 Juni 2007 18:20
Kapanlagi.com - Suatu bentuk penyakit bakteri yang menular melalui hubungan seks, sipilis dan sangat serius, telah ditemukan pada pria gay dan biseksual di Amerika Serikat. Sipilis ini terinfeksi bersama virus AIDS.

US Centers for Disease Control and Prevention (CDC) melacak 49 pria biseksual dan gay yang tertular HIV yang memiliki gejala dini neurosipilis dari Januari 2002 sampai Juni 2004 di empat kota besar, Los Angeles, San Diego, Chicago, New York.

CDC mengutip laporan itu sebagai bukti lebih lanjut bahwa pria biseksual dan gay, yang banyak juga tertular HIV, menjadi pemicu di balik peningkatan dalam kasus sipilis di AS pada dasawarsa ini.

Temuan tersebut juga menunjukkan bahwa semua pria itu melakukan kegiatan seks tanpa pelindung dengan resiko yang sama, yang dapat menyebarkan virus menurunnya daya kekebalan tubuh manusia (HIV) --yang menyebabkan AIDS.

"Itu terutama adalah infeksi yang barangkali dialami orang karena mereka tak menggunakan kondom," kata Dr. Thomas Peterman dari Division of STD Prevention di CDC, salah seorang penulis laporan itu.

Dalam beberapa keadaan, pria-pria yang terlibat tersebut memiliki sikap bahwa mereka tak memerlukan perbuatan seks amankarena mereka sudah tertular HIV, kata Peterman.

Sejak anjlo ke tingkat paling rendah pada 2000, tingkat penderita sipilis di AS telah naik secara tetap. Pria biseksual dan gay merupakan 7% dari kasus sipilis pada 2000, tapi lebih dari 60% pada 2005, kata beberapa pejabat CDC.

Gejala awal neurosyphilis adalah gejala langka sipilis yang biasanya muncul pada tahun pertama infeksi.

Sipilis biasa sudah dapat diobati dengan antibiotik pada tahan awalnya. Neurosyphilis dapat mengakibatkan kebutaan atau stroke, kata Peterman.

"Ada sejumlah studi yang terus memperlihatkan bahwa ada sebagian pria yang tak tertular dan tertular HIV yang melakukan hubungan seks dengan sesama pria yang terus memiliki banyak pasangan (hubungan seks) serta hubungan seks yang juga sangat banyak. Ini adalah salah satu konsekuensi itu," kata Peterman.

Dari 49 pria biseksual dan gay yang positif terserang HIV dengan gejala awal neurosyphilis, 63% adalah pria kulit putih non-Hispanik, 18 orang kulit hitam non-Hispanik dan 14% Hispanik. Mereka rata-rata berusia 38 tahun.

"Saya kira pesan yang lebih besar ialah kita harus mengendalikan sipilis. Dan pengendalian sipilis akan memerlukan prilaku seks aman, mengurangi jumlah pasangan, dan menggunakan kondom dengan pasangan itu," kata Peterman.

"Dan bagi pria yang mengadakan hubungan seks dengan sesama pria, itu berarti diperiksa untuk mengetahui kemungkinan penularan HIV dan STD lain setidaknya sekali setahun," kata Peterman.

Sipilis, seperti banyak penyakit lain yang menular melalui hubungan seks, meningkatkan kemungkinan infeksi oleh atau penularan HIV. (*/rsd)