Padahal, setiap hari pasukan penjaga stabilitas internasional dengan menenteng senjata laras panjang berpatroli di Kota Dili, Timor Timur.
Koran terkemuka Timor Timur, Suara Timor Lorosae, edisi Jumat (29/06), sebagaimana dikutip ANTARA dari Atambua, NTT, Minggu (01/07), menyebutkan, aksi kekerasan terjadi di kawasan Terminal Lecidere, Kota Dili.
Buntutnya, puluhan calon penumpang bus jurusan Dili-Baucau-Viqueque terlantar di terminal utama di Timor Timur itu. Aksi kekerasan dilakukan sekelompok orang yang secara tiba-tiba menyerang dan melempari orang-orang yang berada di terminal itu.
Puluhan penumpang yang tengah menunggu bus dari Baucau dan Viqueque terlantar dan terpaksa menunda keberangkatannya karena bus yang akan ditumpangi tidak ada yang muncul. Bus-bus penumpang tersebut tidak muncul karena telah mendengar kabar bahwa para calon penumpang dan orang-orang yang berada di sekitar Terminal Lecidere diserang dan dilempari batu.
Kepada wartawan harian itu, para calon penumpang yang saat itu berada di terminal mengatakan, mereka sendiri merasa kaget dengan serangan tiba-tiba yang dilakukan kelompok penyerang dengan menggunakan bebatuan.
"Saya disini lagi menunggu bus untuk pulang ke Baucau, tiba-tiba datang sekelompok pemuda dengan melancarkan aksi lemparan batu ke arah terminal, terus kami lari, karena takut kena lemparan," ungkap salah satu penumpang yang minta namanya tidak disebutkan di media massa berpengaruh Timor Timur itu.
Serangan batu ke arah terminal ini sendiri tidak menimbulkan korban jiwa ataupun luka, karena selang beberapa menit kemudian petugas keamanan dari UN Police dan Policia Nacional de Timor Leste langsung tiba di tempat kejadian perkara.
Efek dari serangan ini, menurut koran itu, juga memaksa para calon penumpang menunda keberangkatan mereka. Mereka terpaksa pulang kembali ke rumah mereka masing-masing.
"Saya dan isteri saya harus pulang ke rumah. Bus-bus tidak akan berani cari penumpang, mungkin kami akan berangkat besok," jelas calon penumpang bus jurusan Baucau itu.
Menurut informasi yang dihimpun dari tempat kejadian perkara, serangan ini sebagai balasan terhadap bus-bus yang membawa rombongan pendukung Fretilin asal Baucau yang pada hari terakhir kampanye Fretilin sempat terlibat bentrok dengan beberapa pemuda di Bidau Santana.
Bentrokan ini sendiri menimbulkan korban luka dari masing-masing kelompok bertikai. Dilaporkan sekitar puluhan orang dilarikan ke Rumah Sakit Nasional Guido Valadares dan kini masih menjalani rawat inap. (*/lpk)