< >

Pembuat Kebijakan Bertemu di Bogor Bahas Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca

Senin, 02 Juli 2007 08:52
Kapanlagi.com - Tidak kurang dari 75 pembuat kebijakan dan para ahli di Indonesia, diantaranya dari pemerintah pusat, Kementerian Lingkungan Hidup (LH), Bappenas, perwakilan propinsi, walikota dan para kepala instansi yang menangani LH daerah di Indonesia, mulai Senin ini hingga Selasa (3/7) berkumpul di Kota Bogor, untuk mengikuti lokakarya Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca, khususnya dalam hal kebijakan dan aktivitas pemerintah daerah (Pemda).

Menteri Negara Lingkungan Hidup, Rahmat Witoelar, dijadwalkan akan membuka lokakarya bertema "Kebijakan Lokal untuk Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca (GRK) Dalam Mengendalikan Perubahan Iklim Akibat Pemanasan Global" selama dua hari itu, pada Senin pagi pukul 09.00 WIB.

Kepala Bidang Informasi pada Dinas Informasi Kepariwisataan dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor, H Asep Firdaus menjelaskan, peran beberapa Pemda di Indonesia, termasuk Bogor dalam pengurangan efek gas rumah kaca selama beberapa tahun belakangan ini tidak bisa dianggap kecil.

"Paling tidak, terpilihnya Kota Bogor sebagai tuan rumah lokakarya pengurangan emisi gas rumah kaca, khususnya dalam hal kebijakan dan aktivitas Pemda menunjukkan peran penting itu," katanya.

Setelah dibuka Meneg-LH, akan dilanjutkan pemaparan oleh Walikota Bogor dan Walikota Surabaya tentang langkah sukses yang telah ditempuh kedua kota ini dalam mereduksi gas rumah kaca.

Kemudian, secara bergiliran pemaparan langkah sukses DI Yogjakarta, Balikpapan, auditor energi, dan para pakar lingkungan dari Institut Teknologi Bandung (ITB), dan paparan dari Dirjen III Meneg-LH tentang kerjasama dalam menghadapi konferensi selanjutnya di Denpasar Bali.

Lokakarya juga membahas kondisi terakhir usaha pengurangan gas rumah kaca di kota-kota Indonesia, terutama kota-kota yang menjadi anggota ICLEI (Commision on Sustainable, International Climate Environmental Invitiate), terutama kecenderungan dan tantangan yang mencuat dalam pelaksanaan pengurangan gas rumah kaca.

Disamping itu, dibahas pula peningkatan teknologi reduksi emisi gas rumah kaca, dan bagaimana meningkatkan struktur pemerintah daerah dalam usaha reduksi emisi gas rumah kaca dan menguatkan jaringan kerja antar penentu kebijakan di kota-kota pelaksana program reduksi gas rumah kaca, meliputi pemerintah pusat, masyarakat, akademisi, sektor swasta dan badan pembangunan daerah.

Tema yang diangkat adalah "A Celebration of Efforts", untuk menggaris-bawahi berbagai langkah sukses yang telah dicapai beberapa kota selama beberapa tahun terakhir dalam usahanya mengurangi gas rumah kaca.

Selain itu, juga untuk mempersiapkan kota-kota di Indonesia dalam menghadapi "Conference of Parties" 13 (CoP 13) dan "Meeting of Parties" (MoP) yang akan dilaksanakan di Denpasar, Bali pada bulan Desember 2007.

Pada hari kedua (3/7) akan diisi dengan diskusi antarpeserta anggota ICLEI dengan lima orang perwakilan ICLEI dari Australia, yang akan dijajaki kemungkinan-kemungkinan kerjasama dan komitmen yang dapat digalang untuk usaha mengurangi gas rumah kaca.

Diharapkan lokakarya ini akan dijadikan lokakarya regional hingga antarbangsa karena adanya koordinasi dan kontribusi dari organisasi internasional (ICLEI), sektor swasta dan organisasi-organisasi pendukung, demikian Asep Firdaus. (*/cax)