Kepala Badan Pengatur Kegiatan Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Tubagus Haryono di Jakarta, pekan lalu mengatakan, potensi CBM di wilayah Kalimantan yang bisa dilalui pipa cukup besar, sehingga pipa Kaltim-Jateng yang hak khususnya dimiliki PT Bakrie & Brothers Tbk berpotensi mengalirkannya.
"Saat ini, kami sedang melakukan kajian mengalirkan CBM melalui pipa tersebut," katanya.
Menurut Tubagus, spesifikasi pipa gas seperti jalan tol yang bisa dilalui kendaraan apa pun juga . Sehingga, CBM pun bisa diangkut melalui pipa Kaltim-Jateng.
Berdasarkan perkiraan Departemen ESDM, dari potensi CBM di Indonesia yang mencapai 453,3 triliun kaki kubik (trilliun cubic feet/TCF), sebagian besar berada di Sumatera dan Kalimantan.
Potensi CBM yang ada di Kalimantan di antaranya berada di wilayah Barito 101,6 TCF, Kutai 80,4 TCF, Tarakan 17,5 TCF, dan Berau 8,4 TCF.
Selain CBM, Tubagus menambahkan, BPH Migas juga menilai gas lapangan marjinal juga berpotensi diangkut melalui pipa gas tersebut.
Sehingga, katanya, dengan kedua alternatif itu maka BPH Migas menilai kelayakan pipa Kaltim-Jateng masih ada.
Demikian pula dengan kelayakan pipa Semarang-Gresik dan Semarang- Cirebon yang terintegrasi dengan pipa Kaltim-Jateng.
Dirjen Migas Departemen ESDM Luluk Sumiarso mengatakan, apabila CBM dialirkan melalui pipa Kaltim-Jateng, maka produk itu harus mengikuti rezim gas.
Nasib pipa Kaltim-Jateng masih belum jelas karena Bakrie kesulitan mendapat pasokan gas alam dari Kaltim.
Berdasarkan neraca gas yang dikeluarkan pemerintah, mulai 2011 wilayah Kaltim memang terdapat kelebihan gas hingga 1.629,6 juta kaki kubik per hari (mile mile standard cubic feet per day/MMSCFD).
Namun, asumsi itu bisa terjadi apabila kontrak ekspor gas alam cari (liquified natural gas/LNG) ke Jepang tidak diperpanjang atau dikurangi volumenya.
Sementara, Jepang sudah menyatakan keinginannya memperpanjang kontrak ekspor LNG atau mempertahankan kuota yang ada.
Proyek pipa Kaltim-Jateng sepanjang 1.120 kilometer dengan nilai US$1,26 miliar direncanakan mengalirkan gas sebanyak 700-1.000 MMSCFD.
Bakrie memenangkan tender hak khusus Kaltim-Jateng dengan biaya angkut (toll fee) sebesar US$0,84 per mile mile British thermal unit (MMBTU). (kpl/rit)