Imbas 'Profit Taking', Harga Minyak Turun di Perdagangan Asia
Kapanlagi.com - Harga minyak turun di perdagangan Asia Senin (02/07) karena aksi ambil untung (profit taking) setelah mencapai tertinggi dalam 10 bulan namun pasar tetap khawatir mengenai pasokan bensin yang cukup di Amerika Serikat, kata sejumlah dealer.Pada 11:14 waktu setempat, kontrak utama New York, minyak mentah "light sweet" untuk penyerahan Agustus, turun 27 sen menjadi US$70,41 per barel dari US$70,68 pada penutupan perdagangan AS Jumat. Minyak mentah "Brent North Sea" untuk penyerahan Agustus turun 24 sen menjadi US$71,17 per barel. Harga minyak melonjak menjadi tertinggi dalam 10 bulan di atas US$70 Jumat sehubungan para pemain kecewa atas pasokan energi AS, khususnya cadangan bensin, selama musim mengemudi pada hari libur musim panas Amerika Utara. Fakta bahwa harga tetap di atas US$70 mencerminkan kekhawatiran ini. "Harga minyak terus terpengaruh oleh kekhawatiran atas kecukupan pasokan bensin AS ... ada pandangan bahwa meningkatnya kegiatan penyulingan pada periode mendatang bisa memangsa cadangan minyak mentah," kata analis komoditas Tobin Gorey dan David Moore dari Commonwealth Bank of Australia dalam sebuah catatan. "Dengan penyulingan AS mulai kembali pada jalurnya, stok minyak mentah akan jatuh," kata analis Petromatrix Olivier Jakobs. Harga minyak mentah ditutup lebih dari US$1 lebih tinggi pada Rabu lalu setelah data menunjukkan cadangan bensin AS anjlok 700.000 barel menjadi 202,6 juta barel pada pekan yang berakhir pada 22 Juni. Hal tersebut mengejutkan pasar, karena analis telah memperkirakan tambahan sebanyak 1,0 juta barel. Cadangan bensin menjadi fokus karena musim mengemudi pada musim panas di AS di mana permintaan secara khusus memuncak sehubungan banyak orang Amerika turun ke jalan untuk memanfaatkan hari libur mereka. Inventarisasi bensin AS berjalan dengan baik di bawah kisaran rata-rata terendah untuk tahun ini, kata pemerintah AS dalam update pasar mingguannya pada Rabu lalu. (kpl/rit) |