< >

Kadin Prancis: Potensi Bisnis Indonesia Kurang Promosi

Selasa, 03 Juli 2007 21:52
Kapanlagi.com - Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Prancis di Indonesia, Alain Pierre Mignon mengungkapkan bahwa potensi besar bisnis Indonesia masih tertutup karena kurangnya promosi ke luar negeri. Tidak seperti Malaysia dan Thailand.

"Marketing Indonesia masih nol. Selama ini saya tidak pernah mendengar promosi Indonesia di luar negeri. Informasi yang ada menyangkut Indonesia hanya yang buruk seperti pengeboman," kata Alain di Jakarta, Selasa.

Ia menjelaskan jika Indonesia mau mengeluarkan dana untuk berpromosi ke luar negeri, banyak keuntungan bisnis yang bisa diraih Indonesia.

"Saya lihat negara dan masyarakat Indonesia ini sebenarnya ratusan bahkan ribuan kali lebih bagus dibanding Malaysia," ungkapnya.

Menurut dia, Indonesia tetap memiliki potensi besar menarik investor luar negeri, termasuk Prancis.

"Keadaan Indonesia saat ini sudah lebih lebih dibanding 2 atau 3 tahun lalu. Politik mulai tidak jadi satu dengan bisnis. Tidak seperti dulu. Tapi masih perlu koordinasi yang baik antar departemen dan ini bukan proses instan. Kalau ini sudah teratasi, saya yakin Indonesia akan maju pesat," tanggap Alain.

Perusahaan Prancis

Ia mengatakan, saat ini sudah ada lebih 150 perusahaan Prancis di Indonesia, di antaranya Carrefour, Danone, L?Oreal, Alcatel, Alstom, AXA, Legrand, dan masih banyak lagi.

"Angka ini, diyakini Alain, akan bertambah lagi pada 2008," katanya.

Alain yang juga pemilik perusahaan bidang teknologi, PT Fratekindo, mengatakan pihaknya sudah mengidentifikasi terdapat 72 sektor yang masih belum terjamah oleh perusahaan Prancis.

Ke-72 sektor itu antara lain yakni pengolahan sampah menjadi biomass (bahan bakar energi sampah), penyediaan alat petukangan, terapi kesehatan (talasso terapi) dan bidang pendidikan dengan mendirikan sekolah komunikasi bekerjasama dengan beberapa universitas ternama di Indonesia.

Pada 2008, Kadin Prancis berencana mengundang sekitar 30 perusahaan Prancis ke Indonesia untuk berinvestasi dalam 72 sektor itu sekaligus mempresentasikan potensi bisnis di Indonesia.

"Saya juga akan undang beberapa perusahaan Indonesia. Ini akan menjadi kerjasama yang baik antara Prancis dan Indonesia,” tuturnya.

Indonesia, menurut Kadin Prancis, merupakan pangsa pasar yang besar dengan 220 juta penduduknya. Dari jumlah penduduk itu 47% penduduknya merupakan penduduk perkotaan.

Dari data tersebut diperoleh keterangan bahwa 30% kekayaan Indonesia dikuasai oleh 10 persen penduduk.

Di mata Prancis, Indonesia memiliki dua pangsa pasar, yakni kategori sosio profesional, yang mana 5 juta konsumen Indonesia yang berpenghasilan lebih dari US$21 ribu per tahun masuk dalam kategori ini. Menurut data, 15 persennya memiliki penghasilan lebih dari US$740 ribu per tahun.

Kategori kedua adalah kelas menengah yang tercatat lebih dari 20 juta keluarga memiliki penghasilan di atas US$3.000 per tahun. Bahkan beberapa diantaranya ada yang berpenghasilan lebih dari US$5.000 per tahun.

Ditanya mengenai jumlah perusahaan Indonesia di Prancis, Alain mengaku tidak tahu karena minimnya informasi yang bisa diperoleh. "Sayangnya di Indonesia tidak ada satupun lembaga yang dapat menyediakan informasi yang selalu diperbaharui," ujarnya. (*/rsd)