< >

Jumlah Penonton Meningkat, Kerusuhan Menurun Pada CDSSI 2007

Rabu, 04 Juli 2007 16:39
Kapanlagi.com - Copa Dji Sam Soe Indonesia (CDSSI) 2007 baru saja menyelesaikan babak 32 besar dan berdasarkan evaluasi yang dilakukan Badan Liga Indonesia (BLI) terlihat adanya peningkatan jumlah penonton pertandingan serta menurunnya tingkat kerusuhan.

"Pada Copa Dji Sam Soe Indonesia 2006, jumlah penonton rata-rata 10.000-11.000 orang di setiap pertandingan. Kini, jumlah penonton rata-rata mencapai 15.000-16.000 orang. Ini jelas sebuah kemajuan," kata Direktur Kompetisi BLI Joko Driyono, di Jakarta, Rabu.

Peningkatan jumlah penonton yang datang ke stadion ternyata tidak meningkatkan jumlah kerusuhan yang terjadi pada CDSSI 2007.

"Musim lalu Komdis (Komisi Disiplin) menyidangkan 134 kasus pelanggaran disiplin selama penyelenggaraan CDSSI 2006, sementara sekarang baru enam kasus yang disidangkan hingga babak 32 besar," jelasnya.

Insiden yang mendapat sorotan besar dalam CDSSI 2007 adalah saat Persin Sinjai menjamu PSM Makassar. Dalam pertandingan itu pengurus Persin sampai campur tangan dengan memaksa wasit menganulir keputusannya.

Selain itu kasus penundaan pertandingan kedua babak 64 besar antara Persitara Jakarta Utara dan Persita Tangerang akibat tidak turunnya izin keamanan dari kepolisian setempat. Penundaan tersebut mengakibatkan terjadinya kericuhan antar penonton di Stadion Kamal Muara, Jakarta.

Namun Joko menganggap insiden tersebut tidak terlalu mengkhawatirkan dan pada akhirnya bisa ditangani dengan baik.

Selama musim 2007 juga terjadi empat perubahan jadwal pertandingan yang sebagian besar adalah pertandingan yang melibatkan tim dari divisi satu.

Perubahan jadwal tersebut, menurut Joko, lebih bersifat nonteknis.

"Kami terpaksa menggeser jadwal pertandingan karena sistem yang ditetapkan BLI untuk Divisi I adalah `home tournament`. Karena itu tidak mungkin diubah, maka jadwal Copa yang harus menyesuaikan," jelasnya.

Hingga babak 32 besar berakhir, telah 20 pertandingan yang disiarkan langsung oleh dua stasiun televisi, ANTV dan Lativi.

"Sepanjang musim lalu hanya 29 pertandingan yang disiarkan langsung oleh dua stasiun televisi nasional, ANTV dan TV7. Musim ini jumlah siaran langsung pasti akan melebihi jumlah tahun lalu. Apalagi pertandingan baru akan memasuki babak 16 besar," ujar Joko. (*/cax)