< >

Umat Hindu Rayakan Kuningan

Sabtu, 07 Juli 2007 09:51
Kapanlagi.com - Umat Hindu Dharma di Bali, Sabtu merayakan Hari Raya Kuningan, rangkaian Hari Raya Galungan yang bermakna memperingati Kemenangan Dharma (kebaikan) melawaan Adharma (keburukan).

Pada hari raya yang jatuh sepuluh hari setelah hari Galungan itu, umat Hindu menghaturkan sesaji (sesajen) di pura, tempat suci umat Hindu maupun di merajan, tempat suci milik keluarga.

Umat Hindu Kota Denpasar dan sekitarnya setelah melakukan persembahyangan di pura atau merajan, kemudian banyak yang melakukan hal sama di Pura Sakenan, Kelurahan Serangan, 12 km arah selatan kota Denpasar.

Mengenakan busana adat Bali, ribuan umat berduyun-duyun ke Pura Sakenan, tempat suci yang sebelumnya terpisah dengan daratan Pulau Bali. Sebelum tahun 2001, umat Hindu yang bersembahyang ke Pura Sakenan harus menggunakan jasa perahu motor atau jukung.

Namun sekarang lokasi tersebut menyatu dengan daratan Pulau Bali, berkat adanya pengurukan dan perluasan yang dilakukan oleh Bali Turtle Island Development (BTID), sebuah perusahaan swasta nasional, sehingga daerah itu kini menjadi satu dengan daratan Bali.

Dengan demikian masyarakat secara mudah dapat menjangkau lokasi pura dengan kendaraan bermotor. Hari Raya Kuningan jatuh bertepatan dengan upacara besar (piodalan) di Pura Sakenan.

Persembahyangan berlangsung sejak pagi hingga sore hari, serta satu hari sebelum dan sesudah puncak piodalan di pura tersebut.

Wisatawan mancanegara yang umumnya mengenakan pakaian adat Bali maupun kain, ikut berbaur dengan umat Hindu untuk menyaksikan jalannya upacara keagamaan yang berlangsung setiap 210 hari sekali.

Pura Sakenan memiliki keunikan dan keistimewaan, yakni terdapat "persada" yang tidak ada di pura lainnya di Bali. "Persada" adalah bangunan yang bertingkat-tingkat seperti limas.

Menurut catatan sejarah, Pura Sakenan dibangun oleh Asthapaka, seorang pendeta Budha. Hal itu dilakukan karena sang pendeta kagum akan keindahan laut berpadu dengan keindahan daratan.

Sang pendeta merasa bahwa di tempat itu ada suatu kekuatan suci, sangat baik untuk memuja Tuhan demi keselamatan dan kesejahteraan umat manausia.

Jalan-jalan di kota Denpasar dan sekitarnya pada hari raya Kuningan agak lenggang dibanding hari-hari kerja biasa, kecuali pada jalur bebas hambatan Sanur-Nusa Dua yang menuju Pura Sakenan sangat padat. (*/cax)