Sebuah perahu dilaporkan tenggelam dan tiga dai tujuh penumpangnya hingga kini dinyatakan hilang.
Data yang diterima dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Blang Bintang, Banda Aceh, Sabtu, menyebutkan keadaan cuaca yang kurang bersahabat itu diperkirakan masih akan terjadi hingga beberapa hari mendatang, sehingga nelayan harus meningkatkan kewaspadaannya.
Perkiraan cuaca daerah Banda Aceh dan sekitarnya yang berlaku 24 jam tanggal 9 Juli dari jam 07.00 WIB dilaporkan bahwa keadaan berawan dan berpeluang terjadi hujan serta angin barat daya dan barat laut yang bertiup dengan kecepatan 15-40 KM/jam dengan jarak pandang 4-10 KM.
Informasi lain yang diterima di Banda Aceh menyebutkan sebuah perahu motor milik nelayan tengelam dari pelayaran dari Pelabuhan Ulele Banda Aceh menuju Pulau Weh, Sabang, Jumat (6/7) malam, tiga dari tujuh penumpang hingga kini belum diketahui nasibnya.
Empat dari tujuh penumpang kapal motor berbadan kecil itu ditemukan selamat, sedangkan tiga lainnya hingga kini masih dalam percarian karena dihadang gelombang besar beberapa mil lepas pantai Ulele, Banda Aceh.
Menurut data dari BMG Blang Bintang, suhu udara di kota Banda Aceh sekitarnya mencapai 35 derajat celsius dengan kelembaban udara 90/42 persen, sehingga warga masyarakat merasa sangat gerah, baik pada siang maupun malam hari.
Mustafa, salah seorang nelayan di Pelabuhan Lampulo, Banda Aceh, menyebutkan bahwa selama beberapa terakhir ia telah mengurungkan niatnya melaut karena keadaan cuaca yang kurang bersahabat, disamping gelombang tinggi juga angin bertiup dengan kecepatan tinggi.
"Gelombang laut besar hanya terjadi di wilayah perairan utara dan barat Aceh, sedangkan di wilayah perairan timur masih tergolong normal dan belum berbahaya untuk pelayaran," katanya.
Walaupun keadaan cuaca kurang menguntungkan, namun para nelayan yang menggunakan kapal motor berbadan lebar masih tetap beroperasi seperti biasa tanpa menghiraukan amukan laut, sedangkan para nelayan tradisional lebih banyak memilih istirahat sementara. (*/cax)