Aktivitas masyarakat terutama penerbangan melalui Bandar udara Sultan Thaha Syaifuddin (STS) Jambi dan transportasi kapal-kapal di Sungai Batanghari tetap berjalan normal, karena jarak pandang masih ribuan meter.
Jarang pandang masih terlihat jelas sesama para pengemudi perahu kayu yang melayani penumpang dari Kota Jambi ke daerah seberang, ungkap beberapa penarik perahu di Kawasan Tanggo Rajo Jambi. Namun menjelang sore kabut asap kiriman dari provinsi tetangga itu, tampak mulai hilang.
Pemerintah Provinsi Jambi telah mengkampanyekan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana dampak dari perubahan iklim dan kebakaran hutan.
Sementara Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur yang memiliki wilayah terluas hutan gambut, juga telah membentuk tim siaga untuk mengantisipasi kebakaran lahan yang sering terjadi setiap musim kemarau. (*/boo)