Acara penyerahan kompor tersebut sekaligus juga merupakan peluncuran perdana pengadakan sekitar 371.142 kompor gas yang ditangani lansung kementerian koperasi dan UKM sejak Maret 2007.
Proyek pengadaan kompor yang dimenangkan PT. Sumber Rahayu Prima Bandung sampai acara peluncuran ini sudah memproduksi sekitar 75% dari jumlah yang diproduksi sesuai dokumen tender, sedang sisa 25% lagi akan diselesaikan dalam waktu dua minggu.
Setelah peluncuran perdana di Kecamatan Cibodas, akan disusul dengan pendistribusian kompor gas lainnya di lima kecamatan yang terdapat di tiga provinsi.
Lima kecamatan lainnya yang mendapat kompor dan tabung gas gratis antara lain Kecamatan Kelapa Gading (Jakarta Utara), Kecamatan Matraman, Kecamatan Jatinegara (Jakarta Timur), Kecamatan Sawangan di Depok dan Kecematan Jatiasih di Bekasi (Jawa Barat).
Menurut Suryadhama, kementeriannya hanya menangani pengadaan kompor gas sedangkan tabung gas lansung ditangani PT. Pertamina. Tujuan pembagian kompor dan tabung gas secara gratis kepada masyarakat miskin itu dimaksudkan untuk membantu mereka agar tidak tergantung pada minyak tanah saja, tegas menteri.
Subsidi pemerintah terhadap minyak tanah cukup tinggi dan secara bertahap tentu akan dikurangi dengan cara melakukan pengalihan dari ketergantungan terhadap minyak tanah ke pemakaian gas.
Subsidi pemerintah terhadap minyak tanah sekitar Rp41,7 triliun dan apabila gas dapat mengganti minyak tanah, sekitar Rp21.7 trilliun yang dapat dihemat, ujarnya.
Uang sebanyak ini kalau digunakan ke sektor lain, tentu akan dapat membantu mensejahterakan masyarakat lainnya.
Jumlah 371.142 kompor gas tentu tidak cukup dengan jumlah orang miskin yang cukup besar, tapi setidaknya langkah yang dilakukan oleh kementerian koperasi dan UKM dapat membantu masyarakat miskin di enam kecamatan yang terdapat di tiga provinsi tersebut, ujarnya.
Pemerintah, tambahnya, berencana membagi jutaan kompor dan tabung gas keluarga miskin yang terdapat di propinsi lain di tanah air, tapi kementerian koperasi dan UKM hanya dipercayakan untuk menangani pengadaan 371. 142 kompor gas. Selanjutnya, pengadaan kompor gas ditangani PT.Pertamina yang juga bertanggung jawab untuk pengadaan tabung gas.
Menteri menjelaskan, pencacahan terhadap keluarga miskin yang berhak menerima kompor dan tabung gas gratis serta pendistribusian ditangani PT.Bimadaya Inti Dinamika. Perusahaan ini dalam kontraknya dapat menuntaskan pendistribusian kompor dan tabung gas dalam 90 hari kalendar sejak peluncuran perdananya.
Untuk pengadaan sekitar 371.142 kompor gas, pemerintah mengeluarkan biaya sekitar Rp38,784 miliar dan Rp6,976 miliar untuk pencacahan serta pendistribusian kompor kepada keluarga miskin. (*/rit)