"Tim kesenian Bali mendapat kesempatan empat kali pentas selama sebulan dalam festival musik yang diikuti tim kesenian dari berbagai negara," kata Ketua Yayasan seni Suardana Celuk, Kabupaten Gianyar, Bali Ketut Suardana di Denpasar Senin.
Ia mengatakan, panitia memberikan perhatian khusus kepada seniman Bali, karena sangat jarang dalam kegiatan bergengsi mendapat kesempatan lebih dari satu kali, meskipun materi yang ditampilkan berlainan.
"Tim kesenian Bali yang hanya beranggotakan tiga orang, namun mampu menarik perhatian masyarakat internasional untuk menyaksikan pementasan selama dua jam sejak awal hingga akhir," tutur Ketut Suardana.
Gender wayang yang ditampilkan dalam festival musik tersebut dikolaborasikan dengan jenis gamelan tradisional antara lain gambang, slonding dan saron.
"Dalam kegiatan tahun depan panitia berjanji kembali mengundang dan mengikutsertakan tim kesenian Bali dalam kegiatan bertaraf internasional," tutur Suardana, yang juga seorang perajin perak yang sukses.
Kegiatan menekuni bidang seni hanya bersifat sosial, salah satu bentuk kepedulian, mengingat beberapa jenis kesenian tergolong langka. Jenis kesenian tersebut antara lain gambang, slonding dan saron.
Lewat aktifitas seni dengan menampung seniman-seniman andal dan profesional diharapkan melestarikan seni budaya Bali yang menjadi salah satu daya tarik wisatawan berkunjung ke Bali. (*/erl)