Direktur Ekspor Produk Pertanian dan Kehutanan, Dirjen Perdagangan Luar Negeri, Departemen Perdagangan, Erfandi Thabrani, mengatakan di Jakarta, Senin, realisasi ekspor untuk rotan asalan jenis taman sega irit mencapai 15.399 ton, sedangkan untuk rotan setengah jadi jenis taman sega irit realisasinya 2.380 ton dan untuk rotan setengah jadi jenis non-taman realisasinya 2.891 ton.
Tahun lalu, ekspor rotan asalan jenis taman sega irit kuota realisasinya lebih tinggi yaitu 22.530 ton. Untuk rotan setengah jadi jenis taman sega irit realisasi ekspornya mencapai 6.835 ton sedangkan ekspor rotan setengah jadi jenis non taman pada periode Juli-Juni 2006 mencapai 1.025 ton.
Departemen Perdagangan pada Juni 2007 melakukan evaluasi terhadap aturan ekspor rotan yang selalu menjadi perdebatan antara industri kerajinan rotan dan eksportirnya.
Keputusan pemerintah membuka keran ekspor rotan diambil untuk memanfaatkan sumber daya alam yang tidak terserap oleh industri dalam negeri.
Dirjen Perdagangan Luar Negeri, Depdag, Diah Maulida menjelaskan bahwa Peraturan Mendag No 12/M-DAG/PER/6/2005 tentang Ketentuan Ekspor Rotan tetap diberlakukan.
Meski realisasi ekspornya masih rendah, Depdag memutuskan kuota ekspor rotan tidak berubah yaitu 25.000 ton untuk rotan asalan jenis taman sega irit, 16.000 ton untuk rotan setengah jadi jenis taman sega irit dan 36.000 ton untuk rotan setengah jadi jenis non taman sega irit. "Kuota ekspor rotannya tidak diubah," ujarnya.
Sedangkan negara tujuan ekspor rotan antara lain Hong Kong, Thailand, Filipina dan Singapura. (*/rit)