"Kita saat ini sedang memantapkan pembangunan jalan-jalan trans, yaitu jalan trans Timur Sumatera, trans Selatan Kalimantan, trans Barat Sulawesi, trans pulau-pulau kecil di Maluku Utara hingga ke Maluku, dari Pulau Bali, Nusa Tenggara Barat sampai Pulau Nusa Tenggara Timur, serta pembangunan sebelas ruas utama di Papua," kata Djoko Kirmanto, saat peresmian Jembatan Kapuas II dan tiga proyek lainnya di Pontianak.
Sementara dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan, penciptaan lapangan pekerjaan dan penanggulangan kemiskinan, pihaknya memfokuskan melakukan rehabilitasi irigasi dan termasuk didalamnya rehabilitasi irigasi rawa.
Adapun sasaran pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan sampai tahun 2009, menurunkan prosentase penduduk di bawah garis kemiskinan menjadi 8,2 persen, terpenuhinya kebutuhan pangan, kesehatan, pelayanan pendidikan dasar yang bermutu dan merata, terbukanya kesempatan kerja dan berusaha, dan meningkatnya partisipasi masyarakat miskin dalam pengambilan keputusan.
"Kita juga akan meningkatkan pembangunan tempat-tempat air minum, khususnya di daerah-daerah miskin dan rawan air. Sehingga kebutuhan air bersih bagi masyarakat bisa terpenuhi dan manfaat lain adalah bisa menghemat pengeluaran uang dan tenaga untuk mendapatkan air bersih," ujarnya.
Djoko menambahkan, pihaknya juga mendorong pemerintah daerah untuk menangani sanitasi, seperti pengelolaan persampahan dan sistem drainase perkotaan.
Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Usman Ja`far, saat laporan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat peresmian tiga proyek nasional di lokasi Jembatan Kapuas II, mengatakan, untuk mendukung hubungan antarwilayah di Kalimantan, program pembangunan jalan Trans Kalimantan menjadi salah satu prioritas utama empat pemerintah propinsi saat ini.
"Pembangunan jalan trans Kalimantan jalur selatan melalui poros Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, juga menjadi agenda utama. Tahun 2008 hingga 2009, ruas jalan yang belum terbangun akan dikerjakan sehingga 2010 dapat terealisasi," ujarnya.
Ia mengatakan, sangat berterima kasih kepada pemerintah pusat yang telah memberikan perhatian yang cukup kepada Kalbar dalam membangun sarana infrastruktur, seperti jalan dan jembatan Kapuas II yang baru saja diresmikan oleh Presiden SBY.
Presiden SBY meresmikan jembatan Kapuas II yang mulai dibangun pada 2003 dengan total biaya Rp171 miliar, rehabilitasi Rumah Sakit Umum Daerah Dr Soedarso yang rusak karena terbakar, pasar perbatasan Entikong, Kabupaten Sanggau dengan total biaya Rp5 miliar dan rumah susun sederhana sewa Entikong senilai Rp10,5 miliar, dan Pembangunan Air Minum di Kabupaten Sekadau dengan dana sebesar Rp1,13 miliar..
Khusus pembangunan Jembatan Kapuas II yang berlokasi di Jalan Adisucipto, Kabupaten Pontianak bertujuan untuk mengatasi kemacetan lalu lintas dari dan menuju Kota Pontianak dari arah luar kota, atau 12 kabupaten/kota di Kalbar.
Selama ini lalulintas kendaraan dari luar kota yang masuk ke Pontianak sangat tergantung kepada Jembatan Kapuas I yang dibangun sekitar tahun 1980an dan melalui angkutan ferry (pelampung). Kemacetan sering terjadi karena kendaraan berat -- bermuatan kontainer -- juga melewati jembatan tersebut karena tidak ada alternatif lain.
Menurut data teknis Departemen Pekerjaan Umum, jembatan Kapuas II berkerangka baja, memiliki panjang 560 meter dengan lebar 1,00+7,00+1,00 meter, berpondasi tiang pancang pipa baja dengan ruang bebas 13,00 meter. (*/rit)