Para pejabat Pakistan menyebut peristiwa itu sebagai serangan teroris yang tampaknya berkaitan dengan pengepungan berdarah terhadap para Muslim garis keras di salah satu masjid di Islamabad.
Empat warga China tersebut bekerja di suatu perusahaan sepeda motor yang memproduksi becak mesin (rickshaw).
Mereka dihadang saat meninggalkan pabrik yang terletak di pinggiran kota Peshawar, kata seorang pejabat provinsi.
"Kejadian itu sudah diselidiki dari segala sudut, namun tampaknya peristiwa itu berhubungan dengan (pengepungan) Masjid Lal," kata kepala kepolisian Peshawar, Abdul Majeed Marwat, kepada Reuters.
Pengepungan yang dilakukan pasukan keamanan terhadap para Muslim garis keras di Masjid Lal (Masjid Merah), Islamabad, telah menimbulkan kekhawatiran tentang adanya tindakan balasan dari Muslim garis keras.
Sedikit-dikitnya 21 orang telah terbunuh dalam pengepungan yang terjadi sejak Selasa.
Kementerian Luar Negeri Pakistan mengutuk apa yang disebut sebagai serangan teroris terhadap warga China itu.
China adalah sekutu Pakistan yang paling kukuh dan terlibat pada banyak proyek pembangunan di negara tersebut.
Bulan lalu, santri garis keras yang berkedudukan di Masjid Lal, menculik tujuh warga China.
Mereka menilai enam wanita dan seorang pria China tersebut terlibat pelacuran.
Tujuh warga China itu dibebaskan sekitar 17 jam kemudian, tetapi para pejabat pemerintah menyebut penculikan tersebut merupakan faktor utama dilakukannya tindakan terhadap masjid tersebut.
Tiga teknisi China yang mengerjakan proyek pelabuhan di provinsi Baluchistan tewas dalam serangan bom pada 2004.
Pada tahun yang sama, kelompok garis keras menculik dua insinyur asal China yang bekerja pada proyek bendungan di daerah Waziristan yang berbatasan dengan Afghanistan.
Satu sandera tersebut tewas sedangkan satu lainnya berhasil dibebaskan dalam operasi pembebasan. (*/rsd)