Kolonel Ramiro Alivio mengatakan, pasukan pemerintah sedang berusaha mengkonfirmasikan berita-berita bahwa Bapa Giancarlo Bossi, 57 tahun, telah berada di pulau di provinsi Basilan, 900 kilometer dari selatan Manila.
"Kami telah menerima laporan-laporan dan semua itu masih sedang diperiksa," katanya. "Namun sejauh ini, operasi-operasi yang kami lakukan tak berhasil mendapati informasi apapun yang layak dipercaya."
Dugaan bahwa Bossi kini telah berada di Basilan dipicu oleh rilis dari tiga foto korban pada akhir pekan lalu, yang diduga berasal dari seorang bekas walikota di provinsi itu.
Foto-foto itu, pertama beredar sejak Bossi ditangkap pada 10 Juni di kota Payao, di dekat provinsi Zamboanga Sibugay, menunjukkan bahwa si pendeta sedang membidik sendiri di kamera dan membawa benda yang diduga sebuah radio.
Alivio mengatakan, para pakar militer telah melakukan evaluasi terhadap foto-foto itu untuk mencari jejak di mana keberadaan Bossi.
"Saya pertimbangkan foto Bossi ini sebagai sumber informasi," katanya.
"Kami melakukan evaluasi mengenai latar-belakang, daun-daunan, ekspresi wajahnya. Ada banyak informasi yang bisa kami peroleh dari foto itu."
Penasehat Keamanan Nasional, Norberto Gonzales, juga mengatakan kepada anggota parlemen Italia, Margherita Boniver, bahwa pemberontak Abu sayyaf berada di balik aksi penculikan itu.
Bossi adalah pendeta Italia ketiga yang ditangkap di Filipina selatan selama 10 tahun terakhir. Dua pendeta sebelumnya diculik tetapi kemudian dibebaskan tanpa syarat. (*/rsd)