Sikap itu ditunjukkan para pemain Brasil setelah kedudukan imbang 2-2, kemudian mereka harus melewati masa kritis dengan melakukan adu penalti, kata pelatih Brasil Carlos Dunga.
Dalam drama adu penalti itu, Brasil mengalahkan Uruguay 5-4. Dengan demikian, Brasil mengungguli Uruguay dengan rekor dua kali menang selama pertemuan kedua tim.
Setelah kekalahan itu, baik pelatih Oscar Tabarez maupun para pemain Uruguay berlalu begitu saja dan tidak berkomentar apa pun. Dunga pun berbicara mengena makna ketegaran dan keteguhan para pemainnya.
"Untuk menjadi tim yang unggul, anda harus mengetahui makna penderitaan, keteguhan hati dan ketegaran," kata Dunga yang telah melewati masa-masa sulit bersama tim Brasil ketika masih menjadi pemain.
"Dalam situasi yang amat sulit, anda dituntut memiliki keteguhan dan ketegaran hati, serta keberanian untuk bertarung sampai akhir."
"Saya ingin berterima kasih kepada para pemain karena para pemain telah bersedia meninggalkan keluarganya untuk mengikuti Copa America."
"Kami telah berada bersama-sama kurang lebih satu bulan dan para pemain menunjukkan sikap yang patut dicontoh. Mereka menunjukkan dedikasinya, usaha dan kecintaannya ketika mengenakan kostum Brasil. Meski mereka telah melewati musim kompetisi yang melelahkan di Eropa,"
Dunga menolak komentarnya itu ditujukan kepada Ronaldinho dan Kaka yang tidak bergabung bersama Brasil dalam Copa America karena mereka beralasan mengalami keletihan.
"Jika mereka tidak ingin datang, saya tidak berkeberatan. Ini hanya soal pola berpikir para pemain."
Ketika adu penalti terjadi, ia mengatakan, "Tentunya saya tidak buru-buru yakin dapat memenangi pertandingan meski saya tetap optimistis bahwa kami mampu menang."
"Adu penalti bukan sekedar peristiwa. Adu penalti merupakan hasil dari persiapan dan kerja keras sebelumnya."
Meksiko akan berhadapan dengan Argentina dalam semi-final yang akan diadakan pada Rabu waktu setempat (Kamis WIB). (*/cax)