"Seribu lebih di antaranya nomor Batam," kata Manajer GraPARI Telkomsel Batam Zulfikar kepada ANTARA di Batam, Rabu.
Ia mengatakan penipuan menggunakan telepon selular baik mengatasnamakan Telkomsel maupun tidak telah meresahkan masyarakat. Penghapusan nomor-nomor yang data pendaftarannya meragukan diharapkan dapat meminimalisir kejahatan tersebut.
Data yang meragukan berdasarkan tahun kelahiran pemilik nomor telepon yang didaftarkan dan alamat yang tidak jelas.
"Masak ada yang mendaftar dengan tahun kelahiran 1928, yang benar saja. Karena curiga dan takut nomor digunakan untuk hal negatif, nomornya kami hapus," kata Zul.
Menurut Zul registrasi yang dianjurkan Menkominfo sekitar tahun lalu tidak dapat sepenuhnya dipercaya, karena pelanggan provider sering mendaftarkan diri dengan data palsu.
"Registrasi yang dari Menkominfo itu kacau," katanya.
Ia mengatakan halangan utama pendaftaran Menkominfo tidak berhasil adalah data kependudukan Indonesia yang masih kacau.
"Satu orang bisa punya dua sampai tiga nomor induk. Jadi sulit melacaknya," ujar Zul.
Penipuan melalui telepon selular kerap kali terjadi, baik menggunakan layanan pesan singkat (SMS) maupun telepon langsung.
Satu modus penipuan SMS terbaru adalah meminta pelanggan mengetik kode dengan alasan pelanggan tersebut memenangkan undian sejumlah pulsa.
"Padahal kode tersebut adalah kode untuk mengirim pulsa kepada si penipu," katanya.
Sementara modus penipuan menggunakan telepon yang terbaru, penipu berpura-pura menjadi aparat hukum yang baru saja menangkap sejumlah telepon selular dan hendak menjualnya kepada pelanggan dengan harga murah.
Namun, ia memberikan syarat pelanggan harus mentransferkan sejumlah pulsa kepadanya dengan alasan pulsanya habis.
"Si penipu bilang, pulsa saya habis, tapi kita harus berkomunikasi kalau Anda mau beli HP itu, makanya kirimi saya pulsa Rp100 ribu," kata Zul meniru penipu.
Ia mengatakan pelanggan harus jeli dan berhati-hati kepada berbagai macam modus penipuan baik yang mengatasnamakan Telkomsel maupun tidak.
Menurut Zul, di setiap pembagian hadiah kepada pemenang, Telkomsel tidak pernah mensyaratkan sejumlah uang pajak karena pajak ditanggung Telkomsel.
"Jadi, kalau ada yang telepon bilang memenangkan hadiah, tapi harus bayar pajak, itu bohong," katanya. (*/lin)
Mengapa setiap kali saya hubungi 116