"Sebab nama tersebut kami dapatkan dari klien kami, selain itu kami juga menyebutkan aliasnya, seandainya ada sepuluh alias akan kami sebutkan agar tidak salah alamat," jelas Danu saat disambangi di Kantor Nugraha Kurnia Purwito Law & Firm Jl Dewi Sartika 44a Jakarta Timur.
Menurut Danu, secara etika seharusnya Ian melakukan dengan cara yang sama dengan yang mereka lakukan yaitu dengan cara yang tertulis, tidak dengan berbicara di media. Seperti dikatakan Ruhut Sitompul, kasus ini tak lebih berujung pada duit, dibantah secara keras oleh Danu.
"Itu adalah penafsiran yang salah, apa yang dilakukan oleh Ian telah menimbulkan efek psikologis, kalaupun dikatakan kita tak menyebutkan fakta hukum, jelas kami punya fakta tersebut sebagai pencemaran nama baik dan penghinaan. Kalau hubungan antara Ian dan Poppy berawal dengan baik kenapa pada akhirnya tidak. Kami tetap akan berjalan sesuai schedule," ujar Danu.
Danu juga merasa sangat heran dengan Ruhut. "Masak orang sekelas Ruhut mengurus masalah "kenakalan remaja" semacam itu," sindirnya. Dan kenakalan yang dibuat Ian kini telah berdampak psikologis terhadap Poppy. Kata Danu, kliennya dalam keadaan terpuruk, terhina, dilecehkan dan diinjak-injak martabatnya.
"Untuk sementara ini Poppy belum bisa dihubungi karena masih ada di luar kota," tambah Danu. Rencananya setelah tidak ada reaksi dari Ian, Danu bersiap-siap untuk melakukan pelaporan ke Polda dengan pasal 310 dan 315. "Tetapi tidak menutup kemungkinan ada fakta-fakta lain yang muncul," pungkas Danu. Memang Samijan nakal eh maaf Ian. (kpl/wwn)
conny (12-07-2007 18:55:20)
ZACH (12-07-2007 16:46:16)
samijun (12-07-2007 15:24:14)
lalamentik (12-07-2007 14:31:59)
Gue fans berat radja. Tapi lagu-lagunya thookkkkkkk..........kapan bikin album baru lagi neh.
Gue tunggu,,,,
chili (12-07-2007 13:20:08)












