Argentina telah mengerahkan tim yang berkekuatan penuh dan akhirnya mencapai final, dengan mencetak 16 gol dalam perjalanan mereka untuk menang dalam seluruh lima pertandingan.
Sementara itu, Brasil mengawali Copa America dengan kekalahan 0-2 dari Meksiko dan perlu melakukan adu tendangan penalti untuk mengalahkan Uruguay dalam pertandingan semifinal.
Sang juara bertahan itu juga bertanding tanpa diperkuat oleh Kaka dan Ronaldinho, yang meminta agar tidak dipasang dalam turnamen itu.
"Kami tidak dapat membicarakan mengenai siapa yang menjadi favorit sebelum pertandingan itu dimulai," ujar pemain tengah Brasil Elano. "Ini adalah dua tim yang besar. Segala sesuatunya bisa saja terjadi pada hari tersebut."
Anderson mengatakan, "Mereka memiliki pemain yang baik sekali dengan kualitas unggulan tetapi Brasil juga demikian."
Asisten pelatih Brasil Jorginho juga menyampingkan gagasan bahwa Brasil memulai turnamen itu sebagai tim "underdog".
"Final adalah final," ujar pemain yang ikut andil dalam kemenangan Brasil pada Piala Dunia 1994. "Nama saja tidak akan menjamin kemenangan. Kami merasa baik dan percaya diri. Kami akan melihat siapa tim favorit di lapangan."
Brasil pernah bertemu Argentina dalam pertandingan final dengan keadaan serupa tiga tahun lalu di Peru.
Pada saat itu, Argentina juga menjadi tim favorit dan Brasil tidak menurunkan beberapa pemain regulernya.
Kendati demikian, Brasil menahan imbang Argentina 2-2 dan kemudian menang dalam adu tendangan penalti.
"Kami sudah banyak menderita untuk mencapai final," ujar pemain tengah Diego.
"Target kami sama seperti biasa, menjadi juara. Ada banyak banyak sekali kejadian yang kebetulan dan kami harus mengambil hal yang positif di lapangan."
"Kami berharap bisa meraih kesuksesan yang sama dengan hal yang terakhir kali terjadi. Tidak ada tim yang menjadi favorit." (*/cax)