Televisi yang berpusat Riyadh itu, diharapkan dapat sebagai mimbar untuk memecahkan berbagai persoalan yang dihadapi para penyandang cacat Arab. Saat ini, pihak pengelola telah merampungkan persiapan tehnik, karyawan dan paket-paket siaran.
"Semboyan kami adalah menuju satu kesatuan masyarakat," jelas Abdulrahman Al-Falaj, Humas Penerangan Al-Insaniya kepada harian Al-Watan, Saudi, Sabtu (14/7).
Menurutnya, pengelola ingin memberikan perhatian yang sama bagi penyandang cacat agar tidak merasa dibedakan dengan warga lainnya yang sehat. "Bahkan mereka mungkin memiliki potensi lebih baik dari yang sehat," katanya.
Keberadaan televisi ini juga sebagai upaya untuk menumbuhkan rasa solidaritas dan integritas di kalangan warga Arab umumnya dan memberikan kesempatan untuk berkarya bagi para penyandang cacat.
"Melalui televisi ini, kami berharap dapat memunculkan karya-karya penting dari para cacat yang bermanfaat bagi masyarakat banyak," ujarnya.
Stasiun ini juga berusaha mendorong semangat berkarya di kalangan penyandang cacat agar mereka menyadari cacat bukan sebagai penghalang untuk bersaing.
"Kami juga mengharap agar stasiun ini sebagai mimbar terbuka untuk menyampaikan segala keluhan dengan kendala yang dihadapi para penyandang cacat dalam mengembankan potensi mereka," tegas Al-Falaj. (*/boo)