"Harga lahannya sudah naik dua kali lipat dari rencana, sehingga kalaupun dipaksa dibangun tidak akan feasible (layak)," kata Menteri Pekerjaan Umum, Senin, setelah meninjau pelaksanaan pekerjaan ruas Hankam - Cikunir yang rencananya selesai Agustus 2007.
Menteri PU menyatakan keyakinannya apabila pembebasan tanah W2 dapat diselesaikan maka pembangunannya tidak akan membutuhkan waktu yang lama.
"Saya pikir kalau konstruksinya tidak membutuhkan waktu satu tahun sudah rampung," ujarnya.
Pembangunan W2 ini diharapkan berbarengan dengan W1 yang dikerjakan PT Jalan Lingkar Barat I (JLB) anak perusahaan dari kelompok Bangun Tjipta milik Siswono Yudhohusodo.
"Mungkin W2 agak belakangan karena tanahnya memang belum beres tidak seperti W1 yang tinggal melaksanakan pekerjaan konstruksi," kata Menteri PU.
PT Jasa Marga selaku investor W2 saat ini tengah mengusulkan untuk memindahkan lokasi pekerjaan. "Kalau tetap menggunakan trase yang lama sangat berat karena biaya pengadaan tanahnya naik dua kali lipat lebih dari perkiraan awal yang tertuang dalam rencana bisnis (business plan)," kata Direktur Utama PT Jasa Marga, Frans S. Sunito yang menyertai kunjungan Menteri PU.
Frans mengatakan ruas ini dikerjakan bekerja sama dengan BUMD DKI Jakarta, PT Jakarta Propertindo untuk pembebasan tanah namun kalau harga tanahnya naik seperti itu maka kedua perusahaan sebagai investor tidak akan sanggup.
Sebelumnya PT Jasa Marga memperkirakan biaya pembebasan tanah untuk trase W2 Rp400 miliar, tetapi kenyataan di lapangan harganya naik mencapai 2 - 3 kali lipat.
Saat ini konsorsium PT Jasa Marga dan PT Jakarta Propertindo tengah meminta persetujuan terkait rencana relokasi kepada Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) dan Dirjen Bina Marga Departemen PU.
Menurut dia, relokasi ini sangat mendesak terkait dengan rencana pembangunan JORRB W1 (Kebon Jeruk - Penjaringan) yang tanah sudah dibebaskan, tetapi pembangunannya masih menunggu ruas W2.
"Idealnya pembangunan konstruksi JORR W1 dan W2 dapat selesai berbarengan agar terhubung dalam satu jaringan jalan. Kalau hanya sepotong Lalulintas Harian Rata-Rata (LHR) tidak akan sesuai dengan Business Plan," kata Frans.
JORR W2 utara sepanjang tujuh kilometer diharapkan selesai pada tahun 2010. Penyelesaian JORR secara keseluruhan sangat penting bagi kelayakan ruas tol di JORR yang sudah ada dan yang akan dibangun.
Ruas JORR W1 rencananya dibangun sepanjang 9,7 kilometer pengerjaannya akan dilakukan secara simultan dengan konstruksi elevated atau layang agar dapat rampung pada tahun 2008.
Ruas JORR W2 sendiri telah ditandatangani PPJT-nya, begitu juga dengan ruas JORR lainnya seperti Cibitung-Cilincing, Cakung-Cilincing dan Akses Tg. Priok. Saat ini keempat ruas tersebut ditambah JORR E- 1 Utara Cikunir-Hankam dalam tahap konstruksi.
Mengenai progress W1 yang berjalan lambat, Menteri PU menambahkan, pihaknya akan terus mendorong untuk dapat dipercepat. "Kita akan terus dorong mereka (PT JLB I). (*/rsd)