Menurut dia, pasca sebulan lebih diumumkannya hasil audit Departemen Perhubungan (Dephub) yang menyebutkan Bandara Polonia Medan merupakan terburuk dalam keselamatan penerbangan dari lima bandara, namun belum ada perubahan yang berarti khususnya mengenai radar.
Kendati demikian dalam dua bulan terakhir PT Angkasa Pura II selaku pengelola Bandara Polonia Medan sedang melakukan operasi bayangan (shadow) radar buatan Institut Teknologi Bandung (ITB) yang nantinya diproyeksikan mengganti radar buatan Perancis yang selama ini digunakan.
Namun dari pengamatan shadow radar buatan tahun 2000 sempat mengalami beberapa kali kerusakan dan diragukan kualitas mampu menggantikan radar yang lama, katanya.
Di tempat terpisah, Kepala Cabang PT Angkasa Pura II Bandara Polonia Medan, Frido Frinaldo, mengatakan, diharapkan radar yang merupakan perangkat lunak bandara itu setelah melewati masa shadow akan diujicoba.
Jika tidak ada gangguan teknis dan hambatan lain diperkirakan Oktober mendatang radar buatan anak negeri itu akan dioperasikan menggantikan radar merk Thompson yang berusia mencapai 30 tahun. (*/rsd)