< >

BI Minta BPR Kembangkan Kredit Mikro

Rabu, 18 Juli 2007 19:47
Kapanlagi.com - Bank Indonesia (BI) meminta kalangan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Jawa Tengah mengembangkan kredit mikro agar mampu menggerakkan roda perekonomian rakyat di provinsi ini.

"Tujuan pengembangan kredit mikro untuk menepis adanya penilaian bahwa keberadaan BPR semata-mata dijadikan ajang mencari kekayaan para pemilik BPR," kata Pemimpin Kantor Bank Indonesia (KBI) Semarang, Amril Arief, di Semarang, Rabu. Ia mengatakan, usaha mikro di Jateng yang jumlahnya cukup banyak perlu mendapat kucuran kredit karena keberadaan usaha mikro ternyata mampu menyerap tenaga kerja yang tidak sedikit.

Bahkan, katanya, saat Indonesia dilanda krisis moneter keberadaan usaha mikro mampu bertahan sehingga tidak salah jika kalangan perbankan dan BPR mengucurkan kredit kepada usaha mikro. "Indikasi tingginya suku bunga memang berpengaruh terhadap permintaan kredit. Hal ini terlihat dari besarnya pinjaman yang telah disetujui perbankan namun belum dimanfaatkan para nasabah," katanya.

"BI mengimbau perbankan dan BPR untuk meningkatkan penyaluran kredit sekaligus menerapkan prinsip kehati-hatian yang harus mereka jalankan sehingga mampu mengelola risiko kredit secara lebih baik," katanya. Ia mengatakan, realisasi kredit perbankan di Jateng hingga April 2007 sebanyak Rp54,3 triliun yang didominasi kredit modal kerja 57,66%.

Rincian realisasi kredit, yakni kredit usaha mikro Rp21,67 triliun, kredit usaha kecil Rp10,91 triliun, dan kredit usaha menengah Rp10,35 triliun. "Apalagi kondisi saat ini memungkinkan perbankan untuk menurunkan suku bunga deposito maupun kredit. Dengan demikian diharapkan hal itu mampu mendorong perkembangan usaha sektor riil maupun mikro di Jateng," katanya. (*/rsd)