Menurut Salindeho, penghentian beroperasinya pesawat milik Wings Air, telah berimbas terhadap pembangunan di daerah perbatasan itu Indonesia-Filipina tersebut, semakin terisolir karena transportasi udara terputus. Armada angkutan udara sangat dibutuhkan daerah tersebut, guna menunjang jalannya roda perekonomian dan pemerintahan di Sangihe, sebab umumya pejabat yang berasal dari luar daerah seperti Jakarta kalau akan ke Sangihe harus menggunakan pesawat.
Perusahaan penerbangan yang satu-satunya melayani rute itu sudah tidak lagi beroperasi, diharapkan tidak berlanjut lama dan dapat beroperasi kembali, katanya. Penerbangan Wings Air rute Bandara Sam Ratulangi Manado- Bandara Naha Tahuna, dulunya dilakukan dua kali seminggu dan telah berlangsung dari Bulan November 2006, tetapi awal Juli 2007 telah dihentikan.
Pemkab Sangihe berupaya untuk membantu perusahaan tersebut agar penerbangan rute itu berlanjut melalui pemberian subsidi. Namun, sampai saat ini belum ada titik temu besarnya nilai subsidi itu, dan telah diserahkan DPRD Sangihe untuk melakukan kajian secara matang berkaitan dengan dana subsidi, katanya. (*/rsd)