< >

TNI Turun Kalau Separatisme Berbentuk Gerombolan Bersenjata

Kamis, 19 Juli 2007 14:59
Kapanlagi.com - Panglima TNI Marsekal TNI Djoko Suyanto mengatakan, prajurit TNI akan turun tangan menumpas separatisme jika aktivitas mereka berkembang dalam bentuk gerombolan bersenjata.

"Kalau TNI tidak perlu sekarang, TNI nanti kalau mereka sudah dalam bentuk gerombolan bersenjata, mengacau, itu baru TNI," katanya di Magelang, Kamis, usai memimpin Upacara Prasetya Perwira Prajurit Karier (Praspa PK) TNI tahun ajaran 2007 di Lapangan Sapta Marga Kompleks Akademi Militer Kota Magelang.

Ia menegaskan, berbagai ide dan opini menyangkut separatisme harus disikapi secara tegas sesuai aturan hukum yang berlaku.

Sikap tegas terhadap ide-ide separatisme itu, katanya, bukan berarti aparat harus melakukan tindakan represif.

"Tegas dalam arti dilarang, ada pasalnya, KUHP yang mengatur, silakan kepolisian, kejaksaan, pengadilan, tegas bukan berarti lalu ditembaki, dipukuli, disesuaikan dengan hukum yang berlaku" katanya.

Saat memimpin upacara Praspa PK yang diikuti 324 lulusan tahun ajaran 2007, Djoko Suyanto menyatakan, akhir-akhir ini muncul aksi-aksi dan opini-opini yang harus diantisipasi secara cermat supaya tidak menjurus kepada separatisme.

"Kalau tidak diantisipasi dengan cermat, tindakan-tindakan yang menjurus kepada separatisme dapat berkembang menjadi ancaman bagi kedaulatan dan keutuhan NKRI," katanya.

Ia mengatakan, berbagai upaya dilakukan oleh kelompok-kelompok separatis untuk mewujudkan keinginan mereka mengingkari makna persatuan dan kesatuan bangsa dan keutuhan NKRI.

Pada kesempatan itu, Djoko juga mengatakan bahwa hingga saat ini opini global dan lokal terhadap berbagai isu pelanggaran hak asasi manusia oleh prajurit TNI pada masa lalu masih disuarakan tanpa melihat secara obyektif keadaan yang sebenarnya pada masa kini dan mengabaikan berbagai upaya perbaikan internal TNI.

Ia menegaskan, TNI berkomitmen senantiasa bersama rakyat dan komponen bangsa lainnya dalam menjaga dan mengawal keutuhan bangsa dan negara.

"Tidak akan pernah surut sebesar apa pun tantangan dan hambatan yang harus kita hadapi," katanya. (*/cax)