< >

Gelombang Pasang, Ribuan Nelayan di Lebak Menganggur

Jum'at, 20 Juli 2007 08:51
Kapanlagi.com - Gelombang pasang disertai angin kencang yang melanda pesisir Pantai Selatan Kabupaten Lebak, beberapa minggu terakhir ini mengakibatkan ribuan nelayan tidak bisa menangkap ikan, dan selama menganggur mereka menjual alat-alat perabotan rumah tangganya untuk biaya makan.

"Untuk keperluan makan selama menganggur, saya terpaksa televisi 20 inci dan perabotan dapur rumah,” kata Ujang (45) seorang nelayan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Panggarangan, Kabupaten Lebak, Jumat. Ia mengatakan, hampir tiga minggu terakhir ini kondisi laut di wilayahnya buruk, dengan ombak besar sampai ketinggian 2,5 meter sehingga sebagian besar nelayan perahu kincang tidak berani melaut.

Gembang (60), seorang nelayan TPI Bayah, mengatakan, sejak ombak besar melanda wilayahnya kini ia beralih profesi menjadi pedagang bubur bersama isterinya.

"Hampir seminggu kami berjualan keliling masuk kampung keluar kampung untuk membiayai tiga orang anak yang duduk di bangku SMP/SMA," ujarnya.

Menurut dia, sepanjang tahun ini Pesisir Pantai Selatan kurang bersahabat sehingga nelayan tidak melaut akibat cuaca buruk tersebut. Jika kita memaksakan melaut, jelasnya, resikonya sangat berbahaya bahkan banyak juga nelayan menjadi korban setelah diterjang ombak besar perahu miliknya terbalik.

"Karena itu kami tidak melaut dulu karena takut mengundang resiko besar, apalagi nelayan perahu kincang dengan ukuran 6 X 1 meter persegi tak kuat menahan ombak setinggi 2,5 meter itu," katanya.

Kepala TPI Bayah, Ending, mengatakan, sampai saat ini sudah tidak ada lagi transaksi jual beli ikan setelah nelayan tidak melaut karena gelombang pasang serta angin tiupan kencang itu.

"Kalau juga ada ikan tentu harganya cukup mahal sehingga tidak ada pembelinya," kata Ending.

Ia menambahkan, selama nelayan menganggur perahu-perahu kincang ditambatkan di TPI-TPI terdekat, seperti TPI Sawarna, Pulau Manuk, Bayah, Panggarangan, Cimandiri, Cipunaga, Cihara, Suka Hujan dan Binuangeun.

"Mudah-mudahan cuaca laut selatan segera membaik kembali dan tidak berlangsung lama, sehingga nelayan bisa mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan keluarganya," kata Endung lagi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelauatan dan Perikanan (DKP) Kabupaten, Lebak, Hermawan, mengatakan, sampai saat ini gelombang pasang dan angin kencang di pantai selatan masih berlangsung sehingga sekitar 6.000 nelayan perahu kincang menganggur.

"Selama nelayan tidak melaut TPI-TPI mengalami kerugian besar hingga ratusan juta rupiah, termasuk untuk dana retribusi pemasukan kas daerah dari sektor kelautan," katanya. (*/cax)