"Infrastrukturnya harus disiapkan dulu baru busnya dibawa ke sini. Selama prasarananya belum siap, bus-bus itu akan diparkir dulu di Jakarta, katanya dan menambahkan, "tapi yang penting, kita terima dulu bantuan busway itu sambil membenahi prasarananya."
Pemkot Makassar, katanya, saat ini sedang menangani pembangunan koridor busway dengan bantuan dana dari Departemen PU dan Pemkot Makasar sebesar Rp26 miliar. Dana itu digunakan untuk melebarkan Jalan Perintis Kemerdekaan yang akan menjadi koridor pertama dari enam koridor busway Makassar yang diharapkan rampung awal tahun 2008. Terkait kehadiran sistim tranposrtasi modern busway ini, Ilham minta agar masyarakat, khususnya sopir angkot tidak perlu resah bahwa 'lahannya' akan diambil.
"Pemkot Makassar sementara merintis jalan alternatif yang akan menjadi pemancing (feeder) ke terminal atau koridor-koridor busway yang akan dilayani armada angkot sehingga angkot tidak akan mati," ujarnya. Dalam perencanaan yang disusun Jaringan Kerja Penataan Transportasi (JKPT) Kota Makassar, terdapat enam koridor busway yang akan dibangung di ibukota Sulsel ini Setiap koridor dilayani 18 bus ber-AC dengan kapasitas masing-masing 70 orang.
Keenam koridor itu adalah koridor Terminal Regional Daya (TRD)-Telkom Pettarani (sedang dikerjakan), koridor Karebosi-Tanjung Bunga, koridor Pelabuhan-Terminal Mallengkeri, koridor TRD- Pasar Panampu, koridor Jl Urip Sumoharjo Km 4-Karebosi, dan koridor Tello-Terminal Panakkukang. Semua koridor itu diproyeksikan beroperasi paling lambat 10 tahun ke depan. (*/erl)